Penabrak Demo Supremasi Kulit Putih Terancam 20 Tahun Bui

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 15:24 WIB
Penabrak Demo Supremasi Kulit Putih Terancam 20 Tahun Bui Ilustrasi. (Pixabay/Succo)
Jakarta, CNN Indonesia -- James Fields, pelaku penabrak kerumunan pengunjuk rasa anti-supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat, pada 2017 lalu terancam hukuman 20 tahun penjara.

Fields akan menghadapi sidang hari ini, Senin (26/11) waktu setempat. Persidangan diperkirakan akan memakan waktu hingga tiga minggu.

Pria 21 tahun itu didakwa atas kasus pembunuhan setelah diduga menabrakkan mobilnya secara sengaja ke arah kerumunan pendemo yang memprotes unjuk rasa kelompok supremasi kulit pada 12 Agustus 2017. Insiden itu menewaskan satu orang dan melukali 28 orang lainnya.
Dikutip AFP, jika terbukti bersalah melakukan pembunuhan tingkat pertama, Fields terancam hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup.


Sebelumnya, kuasa hukum Fields berencana memindahkan persidangan jauh dari Charlottesville karena dikhawatirkan proses hukum akan memihak dan bias, namun gagal.

Fields secara terpisah telah didakwa atas kejahaan federal terkait ujaran kebencian dengan ancaman hukuman mati. Namun, tanggal persidangan untuk dakwaan tersebut belum ditetapkan.

Jaksa pun disebut belum mengindikasikan apakah mereka akan menjatuhkan tuntutan hukuman maksimal atau tidak.
Demo supremasi kulit putih yang digagas kelompok Unite the Right berakhir ricuh setelah ratusan orang antirasisme mengadang para pemrotes tersebut.

Demo di Charlottesville itu dipicu oleh keputusan pemerintah kota yang berencana memindahkan patung Jenderal Konfederasi Robert E. Lee dari Emancipation Park. Patung itu dianggap sebagai simbol supremasi kulit putih di AS.

Bentrokan semakin parah setelah mobil yang dikemudikan Fields melaju kencang dan menabrak kerumunan kontra supermasi kulit putih hingga menewaskan Heather Heyer. (rds/has)