Sebanyak 28 Paus Mati setelah Terdampar di Australia

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 22:50 WIB
Sebanyak 28 Paus Mati setelah Terdampar di Australia Ilustrasi paus terdampar. (Reuters/Anthony Phelps)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 28 paus dilaporkan mati setelah terdampar di pantai di daerah terpencil di barat daya Australia pada Rabu (28/11).

Situasi ini pertama kali terdeteksi ketika seorang pilot menerbangkan pesawat pribadi di atas Taman Nasional Croajingolong di Victoria pada Selasa (27/11) sore.

Di pantai dekat taman nasional itu, ia melihat 27 paus pilot dan satu paus bungkuk terdampar.
Otoritas taman nasional pun melakukan inspeksi ke lokasi. Mereka kemudian menemukan delapan paus masih hidup walau dalam kondisi kritis.


Namun, ketika tim penyelamat mendatangi lokasi keesokan harinya, semua paus itu sudah mati.

Satu-satunya paus bungkuk di sana diduga sudah mati sebelum yang lainnya akibat insiden terpisah.
Perwakilan dari Taman Nasional Victoria, Gail Wright, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel dari semua bangkai paus untuk mengetahui penyebab mereka terdampar.

"Ini masih menjadi salah satu misteri terbesar. Kami tidak tahu mengapa ini terus terjadi," ucap Wright kepada AFP.

Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi sepanjang 2018. Menurut Wright, rangkaian kasus paus terdampar ini kemungkinan merupakan yang terbesar sejak 1980-an.

Penyebab paus terdampar ini belum diketahui pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang selama ini dipertimbangkan, di antaranya penyakit, kesalahan navigasi, masalah geografis, permukaan air semakin surut, dikejar predator, dan cuaca ekstrem. (has/has)