Trump Akan Kabulkan Permintaan Kim Jong-un Usai Denuklirisasi

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 09:09 WIB
Trump Akan Kabulkan Permintaan Kim Jong-un Usai Denuklirisasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berjanji akan mengabulkan permintaan Kim Jong-un jika Korea Utara benar-benar melakukan denuklirisasi. (Anthony Wallace/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berjanji akan mengabulkan permintaan Kim Jong-un jika Korea Utara benar-benar melakukan denuklirisasi.

Trump meminta Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, untuk menyampaikan janjinya itu kepada Kim. Permintaan itu disampaikan saat keduanya bertemu di sela pertemuan G20 di Argentina pada Minggu (2/12).

"Pesannya adalah Presiden Trump menganggap Kim sebagai teman dan dia menyukainya, dan ia pun berharap Kim mau mengimplementasikan kesepakatan mereka dan dia akan mengabulkan apa yang diminta Kim," ujar Moon kepada kantor berita Yonhap.
Setelah pertemuan tersebut, Trump mengatakan bahwa ia berharap dapat bertemu kembali dengan Kim pada awal 2019.


"Kami menjalin hubungan dengan sangat baik. Pertemanan kami sangat baik," ucapnya sebagaimana dikutip AFP.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menjamu Kim di AS, Trump hanya menjawab, "Pada satu titik, ya."
Trump dan Kim pertama kali bertemu di Singapura pada 12 Juni lalu. Dalam pertemuan bersejarah itu, kedua kepala negara menyepakati sejumlah hal, salah satunya perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

Namun, tak dijelaskan detail maksud denuklirisasi dalam perjanjian tersebut. Kedua negara pun dilaporkan berselisih paham mengenai definisi denuklirisasi itu.

Sejak saat itu, perkembangan perjanjian tersebut sangat lamban. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, sudah beberapa kali ke Korut untuk membahas perjanjian lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, pertemuan Pompeo dengan pejabat Korut juga beberapa kali batal, salah satunya karena surat berisi pesan negatif dari seorang tangan kanan Kim Jong-un.

Pejabat Korut itu menyebut Washington tak bisa memaksakan kesepakatan sementara sanksi masih diterapkan dan latihan militer AS dengan Korsel terus digelar.

Sementara itu, AS menegaskan bahwa mereka tak akan mencabut sanksi selama Korut belum benar-benar melucuti senjata nuklirnya. (has/has)