Satu Orang Tewas Akibat Kecelakaan Terkait Demonstrasi Paris

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 09:54 WIB
Satu Orang Tewas Akibat Kecelakaan Terkait Demonstrasi Paris Ilustrasi demonstrasi Paris. (Reuters/Stephane Mahe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pengendara motor di Prancis tewas dalam kecelakaan lalu lintas akibat demonstrasi yang digelar oleh gerakan "rompi kuning" di pada akhir pekan lalu.

Jaksa untuk daerah Tarascon, Patrick Desjardins, mengatakan kepada AFP bahwa kecelakaan itu terjadi di Arles setelah "sebuah van menabrak truk yang kemudian menabrak kendaraan lainnya."

Menurut Desjardins, kecelakaan itu "berkaitan langsung" dengan pemblokiran jalan oleh pengunjuk rasa dalam rangka demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak pada akhir pekan lalu yang menyebabkan kemacetan hingga 10 kilometer.
Kabar ini tersebar tak lama sebelum Presiden Emmanuel Macron menggelar rapat dengan jajaran kabinetnya pada Minggu (2/12) untuk mempertimbangkan status darurat demi menghindari kerusuhan lanjutan.


Di hari tersebut, Macron juga meninjau sejumlah lokasi di Paris yang porak poranda akibat kericuhan saat demonstrasi akhir pekan lalu tersebut.

Macron tertegun melihat mobil-mobil hangus terbakar dan bangunan-bangunan yang rusak di berbagai area di Paris, termasuk monumen peringatan bagi pahlawan perang Perancis, Arc de Triomphe.
Di sana, ia memuji kepolisian yang dianggap cepat meredakan bentrokan. Namun, Macron mengutuk para demonstran yang melakukan kekerasan.

Menurut kepolisian Paris, insiden ini adalah kekerasan terbesar dengan dampak meluas yang paling parah selama beberapa dekade.

Total 263 orang terluka di seluruh Perancis sejak demonstrasi dimulai beberapa pekan lalu. Sebanyak 133 di antaranya terluka dalam demonstrasi di Paris, termasuk 23 anggota aparat keamanan.

"Saya tidak akan pernah menerima kekerasan. Tak ada alasan yang membenarkan otoritas diserang, bisnis rusak, jurnalis diancam, dan Arc de Triomphe ternodai," ucap Macron.
Kepolisian Paris sendiri sudah menangkap 412 orang, 378 di antaranya hingga saat ini masih ada di dalam tahanan.

Aksi protes kenaikan bahan bakar dan peningkatan biaya hidup ini sudah dimulai sejak 17 November dan dengan cepat menyebar berkat media sosial.

Para pemrotes memblokir jalan di seluruh Perancis dan menghalangi akses ke pusat perbelanjaan, pabrik, juga beberapa tempat pengisian bahan bakar.

[Gambas:Video CNN]

Aksi kekerasan ini menyebabkan kekhawatiran mendalam dari komunitas bisnis di Perancis. Sejumlah pebisnis mengaku sudah merugi miliaran euro dan mendesak pertemuan dengan Menteri Keuangan pada Senin.

"Ketakutan terbesar kami terjadi. Ini adalah akhir pekan ketiga para pemrotes memblokade yang menyebabkan kerugian di seluruh komunitas bisnis," ujar perwakilan federasi bisnis ritel Perancis, Jacques Creyssel. (has)