The Wall Street Journal melaporkan bahwa sesi pemaparan itu akan dilakukan pada Selasa (4/11). Belum diketahui detail dari sesi tersebut dan CIA tidak mau mengonfirmasi hal itu kepada Reuters.
Kabar ini datang sepekan setelah Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, dan Menteri Pertahanan, Jim Mattis, membicarakan isu Khashoggi dengan para anggota Senat tanpa kehadiran CIA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi bahwa wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul guna mengambil dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahannya. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.
Seminggu setelah kabar itu menyebar, The Washington Post, The Wall Street Journal, dan The New York Times kembali melaporkan bahwa CIA memiliki bukti Pangeran Mohammed bertukar pesan secara intensif dengan orang kepercayaannya yang juga memimpin tim pengeksekusi Khashoggi, Saud al-Qahtani, sebelum jurnalis itu tewas.
[Gambas:Video CNN]
Haspel dilaporkan khawatir ketika laporan-laporan CIA ini terus bocor ke publik sehingga meningkatkan tekananan pada pemerintah AS untuk mengambil tindakan tegas terhadap Saudi sebagai sekutu dekat mereka.
Presiden Donald Trump sendiri menyebut bahwa CIA belum mencapai simpulan apa pun mengenai kasus Khashoggi.
Ketika ditanya mengenai laporan tersebut, Trump hanya menjawab, "Mungkin saja putra mahkota tau mengenai kejadian tragis itu, Mungkin ya, mungkin tidak!" (has)