Senator AS Yakin Putra Mahkota Saudi Minta Khashoggi Dihabisi

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 13:53 WIB
Senator AS Yakin Putra Mahkota Saudi Minta Khashoggi Dihabisi Ilustrasi Gedung Kongres Amerika Serikat, Capitol Hill. (Jim Lo Scalzo/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah senator senior Amerika Serikat semakin yakin Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Keyakinan itu didapat setelah Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Gina Haspel menjelaskan analisis, terkait penyelidikan pembunuhan wartawan pengkritik Raja Salman itu kepada Senat.

"Anda pasti sengaja membutakan diri jika tidak bisa sampai pada kesimpulan bahwa ini (pembunuhan) diatur oleh orang-orang di bawah komando MbS," ucap salah satu senator senior Partai Republik, Lindsey Graham kepada wartawan di Capitol usai bertemu dengan Haspel, Selasa (5/12).
Dikutip Reuters, Graham mengatakan kemungkinan besar Khashoggi tidak dihabisi menggunakan senjata api, tetapi dengan senjata tajam.


Pernyataan itu ia utarakan merujuk pada gergaji tulang yang menurut para penyelidik Turki digunakan memotong tubuh Khashoggi.

Senada dengan Graham, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Bob Corker, mengatakan dirinya sangat yakin MbS yang secara langsung memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

"Dalam pikiran saya, saya tidak mempertanyakan apakah Putra Mahkota Saudi memerintahkan pembunuhan itu dan terus menelusuri situasi yang ada," kata Corker.

"Jika MbS berdiri di depan hakim, dia akan dihukum hanya dalam waktu kurang dari 30 menit."

Meski berbeda dengan Presiden Donald Trump, Partai Republik dan Partai Demokrat masih tetap berusaha untuk meloloskan legislasi yang menunjukkan kepada Saudi kalau AS mengecam keras pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu setelah sempat dinyatakan hilang.
Meski sempat menampik, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh menegaskan kerajaan tidak terlibat konspirasi pembunuhan tersebut.

Saudi menuturkan operasi itu dilakukan oleh sejumlah pejabat intelijen di luar kewenangan mereka. Negara kerajaan itu sejauh ini telah menahan 21 tersangka.

Berdasarkan laporan yang bocor di media, CIA menyimpulkan MbS memerintahkan langsung pembunuhan kolumnis The Washington Post itu.

CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan saudara Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, Khalid bin Salman.

Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi bahwa wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul guna mengambil dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahannya. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.

Meski begitu, Trump enggan menindak tegas Saudi. Dia malah menganggap penilaian CIA terlalu dini.
Orang nomor satu di AS itu malah bersumpah akan tetap menjadi mitra setia Saudi, walaupun dia menilai MbS mungkin mengetahui atau juga tidak terkait pembunuhan tersebut. (rds/ayp)