Erdogan Bantah Kasus Khashoggi untuk Hancurkan Kerajaan Saudi

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 09:16 WIB
Erdogan Bantah Kasus Khashoggi untuk Hancurkan Kerajaan Saudi Ilustrasi. (REUTERS/Murad Sezer).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan bahwa desakan Turki untuk menemukan kebenaran di balik pembunuhan Wartawan Jamal Khashoggi yang terjadi beberapa waktu lalu tidak ditujukan untuk menghancurkan keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Erdogan di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12) waktu setempat. Menurut Erdogan, penyelesaian kasus pembunuhan Khashoggi juga akan menjadi kepentingan bagi monarki Arab Saudi.

"Kami belum pernah melihat ini sebagai masalah politik. Kami ingin memastikan bahwa kasus pembunuhan terungkap dalam semua aspek dan para pelaku harus diadili," kata Erdogan seperti dikutip Reuters, Minggu (2/12).



Pembunuhan Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul telah merenggangkan hubungan Arab Saudi dengan Dunia Barat dan menghantam citra pemimpin de facto, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, di kalangan internasional.

Dikutip dari Reuters, Arab Saudi mengatakan pangeran tidak memiliki pengetahuan tentang pembunuhan itu. Setelah mengungkapkan banyak penjelasan yang kontradiktif, Riyadh kemudian mengatakan Khashoggi telah terbunuh dan tubuhnya dimutilasi ketika negosiasi untuk membujuknya kembali ke Arab Saudi gagal.

Erdogan mengatakan pembunuhan itu diperintahkan oleh pimpinan tertinggi Arab Saudi, tetapi mungkin bukan oleh Raja Salman. Pernyataan itu akhirnya menyebabkan masyarakat menyorot putra mahkota raja berusia 33 tahun.


"Kami tidak memiliki kepentingan untuk mencelakakan negara Arab Saudi atau keluarga kerajaan Saudi. Kami yakin membawa terang semua aspek pembunuhan dan menuntut semua pelaku akan menjadi kepentingan Arab Saudi," kata Erdogan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dia mengangkat masalah Khashoggi saat berada dalam pertemuan tingkat tinggi G20 tersebut.

Pada sebuah konferensi pers di Buenos Aires, Trudeau mengatakan dia memiliki 'percakapan terbuka' dengan putra mahkota Arab Saudi, tepatnya saat makan malam para pemimpin, Jumat (2/12).

"Saya berbicara dengan putra mahkota untuk mengungkapkan keprihatinan kami dan butuh jawaban yang lebih baik atas pembunuhan Khashoggi serta membahas perlunya gencatan senjata di Yaman," kata Trudeau.


Negara-negara Barat menyerukan untuk mengakhiri kampanye militer yang dipimpin Arab Saudi di negara tetangga Yaman, yang diluncurkan oleh Pangeran Muhammad, karena krisis kemanusiaan di sana memburuk.

Erdogan juga mengatakan Pangeran Mohammed telah mengirim jaksa utama ke Turki untuk menyelidiki pembunuhan Khashoggi, tetapi jaksa gagal membagi informasi dengan Turki.

Menurut Erdogan, Turki memiliki bukti yang mendokumentasikan kolumnis Washington Post sekaligus kritikus putra mahkota itu tewas dalam 7,5 menit. Dia mengatakan Ankara telah berbagi bukti ini dengan semua negara yang memintanya, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Arab Saudi. (lav/lav)