Oposisi Sebut Netanyahu Berlebihan soal Terowongan Hizbullah

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 12:03 WIB
Oposisi Sebut Netanyahu Berlebihan soal Terowongan Hizbullah Pemimpin oposisi Israel, Tzipi Livni, menganggap PM Benjamin Netanyahu terlalu mendramatisasi penemuan dan penghancuran terowongan Hizbullah. (AFP Photo/Jack Guez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin oposisi Israel, Tzipi Livni, menganggap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terlalu mendramatisasi penemuan dan penghancuran terowongan Hizbullah di perbatasan negaranya dengan Libanon.

Kepada radio publik, Livin mengatakan alih-alih menjaga "kerahasiaan", Netanyahu malah memanfaatkan penemuan terowongan tersebut untuk kepentingan politik.

"Penempuan itu harusnya dijaga proporsinya. Kita berada dalam situasi di mana tentara kita tengah berada di depan garis musuh," ucap Livni pada Rabu (5/12).


"Kita di sini berbicara tentang aktivitas teknis di dalam wilayah kedaulatan Israel."
Livni menganggap Netanyahu memanfaatkan penemuan terowongan ini untuk menangkis kritikus yang menganggap dia gagal menghentikan ancaman tembakan roket dari Hamas di perbatasan dekat Jalur Gaza.

"Karena itu, dia memanfaatkan momen pertahanan ini menjadi operasi militer yang dramatis," katanya.

"Entah perdana menteri itu sendiri panik atau dia ingin menabur kepanikan untuk membenarkan tindakannya baik dalam menunda pemilihan umum dan mengabaikan keamanan warga di selatan Israel."
Meski begitu, Livni menegaskan bahwa dia mendukung langkah yang dilakukan militer terkait penemuan terowongan Hizbullah. Oposisi, katanya, hanya tak suka dengan cara Netanyahu menangani masalah tersebut ke publik.

Pernyataan itu diutarakan Livni menyusul penemuan dan penghancuran terowongan Hizbullah oleh militer Israel. Israel juga mengumumkan tengah meluncurkan operasi penghancuran terowongan yang dipakai musuh untuk menyusup wilayahnya itu.

Dikutip AFP, juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus, mengatakan "terowongan yang dibuat oleh militan yang didukung Iran itu" belum beroperasi.
Conricus menolak menyebutkan jumlah terowongan yang ditemukan dan bagaimana mereka akan menghancurkannya. Namun, dia menekankan bahwa semua kegiatan militer dilakukan dari wilayah Israel.

Pada Selasa malam, Netanyahu bersama kepala staf angkatan bersenjata Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot, melakukan wawancara di televisi nasional guna menjelaskan ancaman dari terowongan itu.

Wawancara itu dilakukan Netanyahu ketika kepemimpinannya tengah diuji di dalam negeri. Dia dianggap sedang membutuhkan "panggung" untuk meraup kembali kepercayaan publik terhadapnya.

Pada Rabu, kantor Netanyahu juga mengaku sudah menelepon Sekretaris Jenderal Antonio Guterres dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam "pelanggaran terhadap kedaulatan Israel."

Netanyahu juga menyerukan komunitas untuk bergabung "menjatuhkan sanksi yang lebih berat" terhadap Hizbullah. (rds/has)