Senator AS Cari Cara Jerat Putra Mahkota Arab Saudi

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 16:09 WIB
Senator AS Cari Cara Jerat Putra Mahkota Arab Saudi Ilustrasi Gedung Kongres Amerika Serikat. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah senator Amerika Serikat bertekad menjerat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, yang diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Meski kedua negara memiliki hubungan erat, tetapi nampaknya gara-gara perkara itu Negeri Abang Sam enggan terseret dalam pusaran masalah yang bisa menjatuhkan citra mereka.

Dikutip dari Reuters, Jumat (7/12) para senator mengaku akan membahas cara terbaik untuk menghukum Saudi minggu depan. Hal itu terlepas dari keinginan Presiden Donald Trump mempertahankan hubungan Amerika Serikat dengan Arab Saudi.

Tak hanya pihak dari Partai Demokrat, beberapa anggota Partai Republik juga turut melemparkan tudingan kepada Pangeran Mohammed dalam kematian Khashoggi. Terkait kasus tersebut, mereka mendukung undang-undang agar merespon dengan mengakhiri dukungan AS dalam upaya perang yang dipimpin Saudi di Yaman.
Dalam kasus ini, 14 senator Partai Republik yang jarang bertolak belakang dengan presiden telah menentang Trump, dan memilih mendukung resolusi kekuatan perang bersama Demokrat.


Pengarahan oleh Direktur Badan Intelijen Pusat, Gina Haspel kepada senator pada Selasa lalu kian mengeraskan tekad sejumlah senator untuk menjerat Pangeran Mohammed, meskipun ia mendapat dukungan dari Trump.

Pada Kamis (5/12) kemarin, lima senator Partai Republik dan Demokrat mengadakan pertemuan tertutup untuk membahas langkah selanjutnya terkait kasus Khashoggi. Pada pertemuan tersebut, mereka mengaku belum menemukan kompromi yang dapat memenangkan dukungan bipartisan untuk melewati Senat.

Kendati demikian, banyak pula yang menentang rencana tersebut. Menurut mereka, konflik Yaman tak seharusnya dikaitkan dengan pembunuhan Khashoggi.

Arab Saudi sedang memimpin kampanye di Yaman melawan Houthi, kelompok Syiah yang memberontak dan dianggap sebagai perpanjangan tangan Iran. Perang yang telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang ini telah menciptakan krisis kemanusiaan paling parah di dunia saat ini. Meski demikian, tidak seluruh senator sepakat dengan ide itu.
"Akan menjadi kesalahan besar untuk mematahkan hubungan AS dengan Saudi. Hubungan ini didasarkan oleh persahabatan dan kepentingan bersama, seperti memerangi ekstremisme di Timur Tengah dan melawan ancaman Iran bersama," tegas salah satu senator Partai Republik, John Cornyn.

Ada tiga langkah berbeda yang dapat membantu para senator melalui Senat. Yakni resolusi kekuatan perang yang mengakhiri keterlibatan AS dalam konflik Yaman. Lalu undang-undang yang memberlakukan tindakan keras yang luas terhadap Arab Saudi-termasuk mengakhiri penjualan senjata dan menjatuhkan sanksi baru, atau resolusi tak mengikat yang menargetkan putra mahkota.

Senat diperkirakan akan memberikan suara pada resolusi kekuatan perang minggu depan, namun anggota parlemen belum sepakat mengenai langkah apa yang harus dilakukan. Beberapa orang mempertanyakan legalitas resolusi tersebut.
Ada pula yang mengatakan ingin memberi respon tegas terhadap pembunuhan Khashoggi, tetapi juga setuju dengan Trump kalau mereka harus terus mendukung Saudi agar AS mendapat bantuan melawan Iran. (fey/ayp)