Presiden Baru Meksiko Bahas Masalah Imigrasi dengan Trump

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 13:55 WIB
Presiden Baru Meksiko Bahas Masalah Imigrasi dengan Trump Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, mengaku membahas masalah imigrasi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui sambungan telepon. (AFP Photo/Ronaldo Schemidt)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, mengaku membahas masalah imigrasi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui sambungan telepon.

"Hari ini saya berbicara melalui telepon dengan Presiden Donald Trump. Dengan hormat dan bersahabat, kami membahas masalah migrasi dan kemungkinan menerapkan program bersama untuk menciptakan dan mengembangkan lapangan kerja di Amerika Tengah dan di negara kami," tulis Lopez Obrador melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (12/12).




Dikutip dari Reuters, Gedung Putih belum menanggapi permintaan wartawan untuk memberi komentar.

Semenjak Lopez Obrador menjabat pada 1 Desember lalu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dikabarkan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, terkait masalah perbatasan kedua negara.

Lopez Obrador sendiri memang menjanjikan pencegahan migrasi ilegal melalui pembangunan ekonomi. Ia juga ingin AS berkontribusi dengan rencana yang difokuskan pada Meksiko selatan dan Amerika Tengah itu.
Selama ini, ribuan imigran Amerika Tengah yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di negaranya dikabarkan menetap di kemah penampungan di Tijuana, Meksiko.

Sebelum mengklaim suaka ke Negeri Paman Sam, mereka harus menunggu beberapa minggu sampai bulan di perbatasan AS tersebut. Selama di penampungan, banyak masalah baru timbul, terutama kriminal.

Sejumlah imigran yang tak sabar pun kerap memutuskan untuk menerobos perbatasan demi masuk ke AS.
Imigran ilegal ini lantas menjadi salah satu isu yang berulang kali dipersoalkan oleh Trump. Menanggulangi hal ini, Trump mengerahkan sekitar 5.800 personel militer AS ke sejumlah wilayah perbatasan AS dengan Meksiko.

Selain itu, Trump juga menginginkan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko sejak pemilu lalu. Di bawah pemerintahan sebelumnya, Meksiko selalu menolak membiayai pembangunan tembok tersebut, tapi Trump tetap berkeras ingin menjalankan proyek itu.

Jika proyek tetap dijalankan, Kongres AS menganggap pendanaan untuk membangun dinding perbatasan cukup mencekik tagihan pengeluaran negara.

Keinginan Trump ini pun mengundang bentrok antara presiden dan para pejabat Partai Demokrat dalam pertemuan di kantor presiden pada Selasa lalu. (fey/has)