Tim Pelantikan Trump Diperiksa Terkait Pelanggaran Keuangan

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 11:18 WIB
Tim Pelantikan Trump Diperiksa Terkait Pelanggaran Keuangan Komite pelantikan Presiden Donald Trump dilaporkan sedang diperiksa atas dugaan pelanggaran keuangan terkait dana donasi lebih dari US$100 juta. (AFP Photo/Mandel Ngan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite pelantikan Presiden Amerika SerikatDonald Trump, dilaporkan sedang diperiksa atas dugaan pelanggaran keuangan terkait dana donasi lebih dari US$100 juta atau setara Rp1,4 triliun yang digalang untuk gelaran pada 2017 tersebut.

Sebagaimana dilansir CNN, kabar penyelidikan ini pertama kali terkuak melalui pemberitaan The Wall Street Journal pada Kamis (13/12).

Mengutip sejumlah pejabat, The Wall Street Journal melaporkan bahwa kasus tersebut sedang ditangani oleh kantor Jaksa Agung Amerika Serikat di Washington.
Sejumlah pejabat juga mengatakan bahwa penyelidik sedang mendalami dugaan komite tersebut menerima donasi dari beberapa individu yang ingin memiliki pengaruh atau akses ke pemerintahan Trump.


The Wall Street Journal menulis bahwa "memberikan uang demi keuntungan politik" dinilai ilegal karena komite itu terdaftar sebagai lembaga non-profit.

Membantah pemberitaan ini, komite pelantikan Trump merilis pernyataan berbunyi, "Kami tak mengetahui ada penyelidikan dan tidak dihubungi oleh penyelidik mana pun. Kami tak punya bukti bahwa penyelidikan ini benar-benar ada."
Komite itu kemudian menegaskan bahwa keuangan mereka sudah selalu diaudit, baik secara internal dan eksternal. Hasil audit itu pun sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum Federal (FEC) dan Badan Pendapatan Internal (IRS), sesuai aturan perundang-undangan.

Mereka juga menekankan bahwa donasi yang digalang berasal dari pihak swasta dan digunakan sesuai hukum juga keinginan pendonor.

"Nama para donator sudah diserahkan ke FEC dan dipublikasikan hampir dua tahun dan donatur itu sudah diperiksa sesuai hukum dan tidak ada penyelewengan yang ditemukan terkait hal itu," tulis komite tersebut.
Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, juga memastikan bahwa Trump sama sekali tak terlibat dalam perencanaan acara pelantikannya tersebut.

"Tak ada kaitannya dengan Presiden atau Ibu Negara. Hal terbesar yang Presiden lakukan dalam pelantikan itu adalah hadir dan mengangkat tangannya untuk mengucapkan sumpah sebagai presiden. Presiden hanya berfokus pada transisi saat itu dan tak merencanakan acara pelantikan," katanya.

Meski demikian, The Wall Street Journal melaporkan bahwa tim penyelidik menemukan bukti kuat terkait pendanaan upacara pelantikan itu dari barang-barang yang disita dari mantan pengacara Trump, Michael Cohen.

Penyitaan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan Robert Mueller, jaksa yang ditunjuk khusus untuk menelisik dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum presiden AS 2016 demi memenangkan Trump. (has/has)