Agen Rusia yang Menyusup ke AS Mengaku Lakukan Konspirasi

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 01:50 WIB
Agen Rusia yang Menyusup ke AS Mengaku Lakukan Konspirasi Ilustrasi. (REUTERS/Gleb Garanich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maria Butina dituduh bertindak sebagai agen Rusia yang menyusup ke AS dan ikut memengaruhi kebijakan Amerika Serikat terhadap Moskow.

Butina mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi di pengadilan federal. Butina mahasiswa pascasarjana asal Rusia yang mengenyam pendidikan di American University di Washington.

Butina mengaku secara terbuka mengadvokasi hak-hak senjata. Dia juga setuju untuk bekerja sama dengan jaksa. Butina didakwa oleh jaksa dengan dakwaan sebagai agen pemerintah Rusia dan konspirasi untuk mengambil tindakan atas nama Moskow.


Dia sebelumnya mengaku tidak bersalah sebelum mengubah permohonannya selama sidang, Kamis, (13/12).
Meskipun tidak ada pedoman hukuman untuk kejahatan spesifiknya, pengacaranya, Robert Driscoll, memperkirakan bahwa di bawah pedoman hukuman AS untuk kejahatan serupa, ia bisa menghadapi hingga enam bulan penjara.

Jaksa menuduh Butina bekerja dengan seorang pejabat Rusia dan dua warga AS untuk mencoba menyusup ke National Rifle Association.

Kelompok tersebut selaras dengan politisi Republik termasuk Presiden Donald Trump dan mempengaruhi kebijakan Washington terhadap Moskow.

Dalam pernyataan pelanggaran dibaca keras di pengadilan, salah satu jaksa mengatakan Butina telah menyusun sebuah "Proyek Diplomasi" yang menyerukan untuk membangun saluran komunikasi tidak resmi antara politisi Amerika tingkat tinggi untuk membantu menguntungkan Rusia.

Sebagai bagian dari rencana itu, Butina mengakui bahwa dia bersekongkol dengan dua orang Amerika dan seorang pejabat Rusia. Para pengacara Butina sebelumnya mengidentifikasi pejabat Rusia itu sebagai Alexander Torshin, seorang wakil gubernur bank sentral Rusia yang menjadi sasaran sanksi Departemen Keuangan AS pada bulan April.
Salah satu dari dua orang Amerika yang direferensikan dalam tuntutan pidana penuntut adalah Paul Erickson, seorang aktivis politik AS konservatif yang berkencan dengan Butina.

Baik namanya, maupun nama pejabat Rusia, secara eksplisit dibuat dalam pernyataan pelanggaran.

Setelah dia dituntut, Rusia melabeli kasus itu terhadap Butina "palsu" dan menyerukan pembebasannya. (age/age)