"Terima kasih Bapak Presiden dan Bu Menlu, saya hampir putus asa. Alhamdulillah, suami saya bebas," ujar istri Usman, Julianti, kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M. Fachir saat dipertemukan dengan Usman.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Usman diterbangkan ke Jakarta didampingi langsung oleh Duta Besar RI untuk Manila, Sonny Sarundajang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai bebas, Yunis menjalani proses pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Jolo, Sulu, Filipina Selatan, sebelum diserahkan kepada perwakilan kedutaan besar RI.
Berdasarkan data Kemlu RI, sebanyak 34 WNI disandera di Filipina Selatan sejak 2016 hingga November 2018. Sebanyak 33 WNI yang disandera sudah berhasil dibebaskan.
Saat ini, tersisa satu rekan Usman yang masih menjadi sandera Abu Sayyaf. Kemlu RI menyatakan pemerintah akan terus mengupayakan pembebasan WNI yang masih disandera.
Kementerian tersebut menyatakan di saat yang sama, KJRI Kota Kinabalu dan KJRI Tawau terus mengimbau agar WNI yang bekerja sebagai nelayan di wilayah Sabah untuk tidak melaut hingga ada jaminan keamanan dari otoritas Malaysia. (rds/has)