Trump Disebut Hadiri Pertemuan soal Tutup Mulut Bintang Porno

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 16:16 WIB
Trump Disebut Hadiri Pertemuan soal Tutup Mulut Bintang Porno Donald Trump disebut hadir dalam pertemuan pada Agustus 2015 yang salah satu agendanya membahas kesepakatan uang tutup mulut bintang porno, Stormy Daniels. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa federal Amerika Serikat mengatakan bahwa Donald Trump hadir dalam sebuah pertemuan pada Agustus 2015 yang salah satu agendanya membahas kesepakatan uang tutup mulut bintang porno, Stormy Daniels.

Konfirmasi ini didapat dari pihak American Media Inc. (AMI) yang memutuskan bekerja sama dalam penyelidikan sumbangan ilegal dalam kampanye Trump, dikutip dari CNN, Jumat (14/12).

Dihadiri mantan pengacara Trump, Michael Cohen, dan ketua AMI, David Pecker, Trump membahas uang tutup mulut terkait hubungan gelapnya sebelum menjabat sebagai presiden dengan dua perempuan.
Selain Daniels, Trump juga membicarakan kemungkinan pemberian uang tutup mulut untuk model majalah Playboy, Karen McDougal.


Daniels mengaku dibayar sebesar US$130 ribu (Rp1,8 miliar) oleh pihak Trump agar tutup mulut dan diancam seorang pria agar bungkam ketika akan membeberkan kisah perselingkuhan dengan Trump dalam sebuah wawancara.

AMI juga mengaku telah membayar McDougal sebesar US$150 ribu (Rp2,1 milyar) untuk membeli hak atas cerita yang ia beberkan kepada National Enquirer, tabloid di bawah naungan mereka.
Kehadiran Trump dalam rapat ini pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal, November lalu. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa Trump meminta bantuan Pecker terkait kampanye kepresidenannya.

Kasus ini kemudian kembali menjadi sorotan setelah jaksa federal memberikan konfirmasi kabar tersebut.

Jaksa federal pertama kali mengungkit pertemuan tersebut ketika Cohen didakwa atas dua pelanggaran keuangan kampanye pertengahan tahun ini.

Cohen dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada Kamis karena terbukti mendalangi pembayaran rahasia tersebut.
Menanggapi hukuman yang dijatuhkan kepada mantan pengacaranya, Trump tidak membantah tudingan bahwa ia mengarahkan Cohen untuk melakukan pembayaran tersebut.

Namun, ia mengaku tak mengarahkan Cohen untuk melanggar hukum terkait pendanaan kampanye ketika melakukan hal tersebut.

"Saya tidak pernah mengarahkan Michael Cohen untuk melanggar hukum. Dia adalah seorang pengacara dan dia seharusnya tahu hukum. Saya tidak melakukan kesalahan sehubungan UU dana kampanye, karena ini bukan dana kampanye. Cohen bersalah atas banyak tuduhan yang tidak ada hubungannya dengan saya," tulisnya melalui akun Twitter.

(fey/has)