Email Ancaman Bom Teror AS, Kanada dan Selandia Baru

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 17:59 WIB
Email Ancaman Bom Teror AS, Kanada dan Selandia Baru Ilustrasi. (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Surat elektronik berisi ancaman teror bom diterima ratusan perusahaan, kantor publik, dan sekolah di seluruh Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru, Kamis (13/12).

Reuters melaporkan bahwa surel tersebut menuntut bayaran sebesar US$20 ribu (Rp292 juta) dalam mata uang Bitcoin.

Surel dilaporkan diterima di San Francisco, New York, Seattle, Washington, Miami, Los Angeles, Oklahoma dan kota-kota lain di AS, serta Vancouver, Ottawa, dan Toronto di Kanada.
Selang beberapa jam setelah Amerika dan Kanada, Selandia Baru dikabarkan juga menerima surel teror serupa.


Hingga kini, belum jelas apakah ancaman-ancaman tersebut datang dari sumber yang sama. Kendati demikian, banyak yang beranggapan bahwa surel tersebut hanya penipuan.

Surel-surel teror ini dikirim pukul 2 siang dan diumumkan oleh departemen kepolisian di kota-kota besar AS melalui Twitter. Pihak berwenang mengatakan, hingga kini tak ada ada bahan peledak yang ditemukan.
FBI bersama Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak mengonfirmasi bahwa mereka telah mengetahui ancaman tersebut dan tengah bekerja dengan penegak hukum untuk menanggulanginya.

"Seperti biasanya, kami mendorong masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kegiatan mencurigakan yang dapat mewakili ancaman terhadap keselamatan publik," demikian pernyataan FBI.

Sersan Jason Robillard dari Departemen Kepolisian Vancouver juga mengonfirmasi keberadaan surel teror yang mengancam sejumlah perusahaan.

Stasiun kereta bawah tanah Toronto dan kantor surat kabar di Raleigh, North Carolina, bahkan sempat dievakuasi terkait teror tersebut.
Beberapa sekolah dan kantor perusahaan juga dievakuasi sebagai tindakan pencegahan. Setelah dinyatakan aman, kegiatan kembali berjalan normal.

Berdasarkan penelusuran alamat IP, salah satu surel yang ditargetkan untuk sekolah menengah St. Louis dikabarkan datang dari alamat di Moskow.

Namun, sumber dari pemerintah AS mengatakan bahwa temuan tersebut tidak dapat menyimpulkan bahwa pemerintah Rusia terlibat dalam insiden ini.

Penemuan bahwa alamat IP surel berasal dari Rusia tidak selalu membuktikan bahwa surel benar-benar dikirim dari Rusia. Pelaku bisa saja mengatur alamat IP untuk menutupi keberadaannya. (fey/has)