Eks Bankir Goldman Sachs Masuk Daftar Hitam Singapura

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 07:50 WIB
Eks Bankir Goldman Sachs Masuk Daftar Hitam Singapura Singapura melarang mantan bankir Goldman Sachs, Tim Leissner terlibat kegiatan moneter seumur hidupnya karena terlibat skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). (REUTERS/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Singapura memutuskan melarang mantan bankir Goldman Sachs, Tim Leissner terlibat dalam segala bentuk kegiatan moneter dengan mereka seumur hidupnya. Hal ini adalah imbas dari penyelidikan menyatakan lelaki itu terlibat skandal korupsi lembaga 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis (20/12), pengumuman itu disampaikan pada Rabu kemarin oleh Bank Sentral Singapura (MAS). Tim dikabarkan juga sedang diselidiki oleh Kementerian Hukum Amerika Serikat.

"Setelah menimbang secara hati-hati atas keterlibatan Leissner dalam dugaan konspirasi, dan juga sangkaan Kementerian Hukum AS, MAS memutuskan menjatuhkan perintah larangan berhubungan dengannya berdasarkan Pasal 101C Undang-Undang Sekuritas," demikian bunyi pernyataan MAS.
Kementerian Hukum AS menetapkan Tim sebagai tersangka korupsi dan konspirasi untuk melakukan pencucian uang pada 1 November lalu. Dia pun mengaku bersalah atas seluruh tuduhan.


Padahal, Bank Sentral Singapura sudah melarang Tim terlibat dalam kegiatan moneter mereka selama satu dasawarsa sejak Maret lalu. Penyebabnya adalah dia ketahuan menerbitkan surat referensi atas nama Goldman Sachs cabang Asia, kepada sebuah lembaga keuangan di Luxemburg yang berisi informasi palsu tanpa sepengetahuan tempatnya bekerja.

Dia juga mengaku di depan pengadilan AS kalau terlibat konspirasi untuk mengambil alih 1MDB menjadi milik Goldman Sachs, dengan cara menyuap dan memberi gratifikasi kepada pejabat pemerintah Abu Dhabi dan Malaysia. Dia juga menggelapkan uang 1MDB untuk diri sendiri dan pihak lain.

"Kementerian Hukum AS menyatakan Leissner sebagai tersangka dan dia mengaku bersalah. Hal ini menjadi bukti kalau Leissner terbukti menerima aliran dana 1MDB, maka dari itu kami tidak akan berhubungan dengannya," lanjut bunyi pernyataan MAS.

MAS menyatakan keputusan itu diambil berdasarkan hasil penyelidikan gabungan skandal 1MDB yang dilakukan oleh AS, Singapura dan sejumlah negara.

Kemarin mantan Direktur Operasional Goldman Sachs cabang Malaysia, Ng Chong Hwa alias Roger Ng (46) diadili dalam kasus skandal korupsi 1MDB.
Jika terbukti bersalah dalam empat dakwaan itu, Ng terancam dihukum 40 tahun penjara. Hakim memutuskan sidang pemeriksaan Ng dilanjutkan pada 18 Maret 2019. Dia juga menetapkan uang jaminan US$239,205 untuk Ng.

Malaysia juga menjerat mantan pegawai 1MDB, Jasmine Loo Ai Swan serta pengusaha sekaligus ahli keuangan Low Taek Jho atau Jho Low turut didakwa melakukan korupsi.

Jho Low adalah tokoh kunci yang disebut-sebut sebagai dalang di korupsi besar-besaran 1MDB. Dia sampai saat ini masih buron. (ayp/ayp)