Myanmar Kembali Gelar 'Operasi Pembersihan' di Rakhine

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 15:51 WIB
Myanmar Kembali Gelar 'Operasi Pembersihan' di Rakhine Ilustrasi situasi di Rakhine. (AFP PHOTO/YE AUNG THU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Myanmar kembali menggelar "operasi pembersihan" setelah empat warga lokal Buddha diserang dan dua di antaranya tewas di Rakhine, negara bagian di mana penindasan terhadap minoritas Muslim Rohingya kerap terjadi.

Kantor Panglima Militer Myanmar melaporkan bahwa operasi tersebut dilancarkan setelah terjadi kekerasan di dekat anak sungai Pyu Ma di Maungdaw, Rakhine, pada 17 Desember lalu.

Militer menyatakan bahwa insiden tersebut pertama kali terkuak setelah mereka menerima laporkan bahwa dua pria etnis Buddha di Rakhine tak kembali ke rumah setelah melaut.
Sebagaimana dilansir AFP, kedua pria itu akhirnya ditemukan di bantaran sungai dengan tenggorokan yang sudah tersayat.


Di hari yang sama, dua anggota etnis Buddha lainnya diserang ketika sedang memancing di sungai tersebut oleh enam orang "yang berbicara bahasa Bengali."

Kantor panglima memang mengaku belum mengetahui identitas penyerang. Namun selama ini, Myanmar tak mengakui etnis Rohingya dan menyebut mereka sebagai imigran gelap dari Bengali.
Rohingya sendiri merupakan etnis minoritas Muslim di Myanmar. Namun, mereka termasuk mayoritas di Rakhine karena populasinya yang sangat banyak di negara bagian tersebut.

Rakhine kerap menjadi saksi bisu gelombang penyiksaan terhadap Rohingya. Gelombang persekusi terbaru Rohingya terjadi pada Agustus 2017 lalu.

Bentrokan dengan militer pertama kali pecah tak lama setelah kelompok bersenjata Rohingya menyerang sejumlah pos polisi dan satu pangkalan militer di Rakhine.

Mereka berdalih melakukan serangan untuk melawan persekusi dan membela hak-hak dasar Rohingya.
Namun, militer menganggap aksi tersebut sebagai terorisme. Myanmar pun menggelar "operasi pembersihan" untuk memberantas terorisme di Rakhine.

Pada kenyataannya, militer Myanmar dilaporkan tak hanya membidik kelompok bersenjata, tapi juga warga sipil Rohingya.

Tak hanya membunuh, mereka juga melakukan pemerkosaan dan pembakaran rumah-rumah Rohingya di Rakhine.

Keseluruhan bentrokan ini merenggut sekitar seribu nyawa dan membuat ratusan ribu Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. (has/has)