Menteri Myanmar Tuding Rohingya Memiliki Agenda Terselubung

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 20:12 WIB
Menteri Myanmar Tuding Rohingya Memiliki Agenda Terselubung Ilustrasi pengungsi Rohingya. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama Myanmar, Thura Aung Ko menuding pemerintah Bangladesh mencuci otak etnis Rohingya. Dia menuduh etnis Rohingya mempunyai agenda terselubung, yakni menguasai Myanmar yang mayoritas Buddha melalui pertambahan penduduk.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/12), Ko menyatakan pemerintah Bangladesh sengaja mengulur pemulangan etnis Rohingya ke wilayah pemukimannya di Negara Bagian Rakhine.

"Mereka (etnis Rohingya) selain diberi makan juga dicuci otak di kamp pengungsian untuk menyerbu Myanmar. Itulah tujuan mereka," kata Ko.
Pemimpin Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi yang menunjuk Ko menduduki posisi Menteri Agama dua tahun lalu. Mantan jenderal itu juga menyatakan agama Islam yang dianut etnis Rohingya sebagai 'agama ekstrem'. Menurut dia Rohingya bisa menjadi ancaman bagi umat Buddha setempat.


"Kalau kami pemeluk Buddha hanya beristri sati dan beranak dua, para penganut 'agama ekstrem' itu bisa punya tiga sampai empat istri dan anaknya banyak. Setelah beberapa dasawarsa, mereka akan menjadi mayoritas dan warga Buddha menjadi minoritas," ujar Ko.

Kepala majelis ulama di Ibu Kota Yangoon, San Aung mengaku kecewa dengan pernyataan Ko.

"Sebagai menteri agama seharusnya dia membuat pernyataan yang bertanggung jawab," kata Aung.

seluruh pengungsi Rohingya enggan dipulangkan ke Myanmar. Alasannya adalah mereka trauma dan tidak ada jaminan tak lagi mengalami persekusi dari kelompok Buddha radikal dan aparat keamanan Myanmar.
Di sisi lain, pemerintah Myanmar juga belum mengakui orang Rohingya sebagai warga negara. Orang Rohingya masih harus melewati proses panjang guna mendapatkan hak-haknya. Maka dari itu mereka pun pesimis akan masa depannya jika kembali ke Myanmar. (ayp/ayp)