Dengan pernyataan ini, Giuliani mengoreksi pernyatannya sendiri yang sebelumnya mengklaim bahwa Trump tidak pernah meneken dokumen proyek tersebut, padahal tanda tangan Trump sudah jelas tertera dalam surat bertanggal 28 Oktober 2015 itu.
Meski demikian, Giuliani menekankan bahwa tak ada yang salah dengan tanda tangan tersebut karena saat itu Trump belum menjadi presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat itu juga ditandatangani oleh Andrey Rozov, pemilik Expert Investmen Co yang berbasis di Rusia.
Bulan lalu, Trump mengatakan bahwa semasa kampanye ia memang sedang mengejar proyek di Moskow. Namun, ia mengaku tak menindaklanjuti proyek tersebut.
"Tidak akan ada yang salah kalaupun saya melakukannya," tutur Trump.
Menurut laporan Buzzfeed, Trump Organization juga dituding menghadiahkan sebuah unit apartemen seharga US$50 juta (sekitar Rp724 miliar) kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Menanggapi hal tersebut, Trump berkeras membantah ada kolusi dengan Rusia terkait pemerintahannya.
Proyek Moskow menjadi salah satu fokus dalam penyelidikan federal terkait kasus campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016. (fey/has)