Seperti dilansir Reuters, Jumat (21/12), Mattis menyampaikan pengunduran diri kepada Trump melalui sebuah surat. Dia menyatakan bersilang pendapat dengan Trump yang dianggap tidak setia terhadap negara-negara sekutu dan malah terlihat semakin merapat kepada Rusia.
"Pandangan saya adalah seharusnya memperlakukan negara-negara sekutu dengan hormat, dan juga saya memahami pelaku dan taktik pesaing karena sudah berkecimpung selama empat dasawarsa dalam hal ini," kata Mattis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenderal Mattis sangat membantu saya untuk mendapatkan sekutu dan sejumlah negara supaya mendapat bantuan militer. Menteri Pertahanan baru akan segera saya umumkan. Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk Jim atas dedikasinya," tulis Trump.
Sejumlah kalangan di Amerika Serikat mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Donald Trump yang bakal menarik 2000 pasukan di Suriah. Pasukan AS selama ini disebut hanya ditugaskan memerangi ISIS dan melatih pasukan pemberontak Suriah, SDF. Mayoritas pasukan AS itu ditempatkan di Suriah bagian utara. Ada juga sebagian kecil yang diplot di garnisun yang berada di Al-Tanaf, dekat perbatasan Yordania dan Irak.
"Mattis selama ini adalah menteri yang menjadi jangkar saat pemerintahan Trump terlihat sangat kacau," kata Senator dari Partai Demokrat, Mark Warner.
Sedangkan Senator Marco Rubio menganggap pengunduran diri Mattis memperlihatkan kebijakan yang dibuat Trump seolah seperti menggali kubur sendiri bagi AS. Sebab hal itu membahayakan mereka dan merusak persahabatan dengan para sekutu.
Ada sejumlah kandidat yang digadang-gadang mengisi posisi yang ditinggalkan Mattis. Mereka adalah mantan jenderal Angkatan Darat AS, Senator Tom Cotton, dan bekas Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jack Keane.
Kemungkinan besar keputusan penarikan pasukan di Suriah menjadi titik puncak silang pendapat antara Mattis dan Trump. Keduanya sempat berbeda sikap ketika Trump memutuskan membatalkan perjanjian nuklir dengan Iran.
Tonton juga video: Pecah Kongsi Dengan Trump, Menhan AS Mundur
[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)