Warga Malaysia Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 16:19 WIB
Warga Malaysia Jadi Korban Tsunami Selat Sunda Seorang warga Malaysia, Khairul Umam Masduki menjadi korban luka akibat tsunami di Selat Sunda yang menghantam pesisir Banten dan Lampung. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Malaysia dilaporkan turut menjadi korban yang terluka akibat tsunami di Selat Sunda, yang menghantam pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu pekan lalu. Basarnas melaporkan warga Malaysia itu bernama Khairul Umam Masduki.

Dia diketahui mengalami luka di kakinya akibat terseret gelombang air, meski pada akhirnya berhasil selamat karena segera menuju dataran tinggi ketika tsunami terjadi.

"Basarnas menerima informasi terkait korban yang saat ini tengah berada di posko penyelamatan sementara di Kalianda, Lampung Selatan, pada pukul 11.00 waktu lokal," ucap pernyataan Basarnas seperti dikutip Malay Mail pada Rabu (26/12).


Warga Negeri Jiran tersebut dilaporkan telah dibawa ke Rumah Sakit Bob Bazar, Kalianda, untuk mendapat perawatan.

Juru bicara Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menuturkan pihaknya terus berkomunikasi dengan Basarnas untuk memberikan bantuan, termasuk bantuan kekonsuleran bagi warganya yang terdampak bencana tsunami tersebut.

Gelombang tsunami setinggi satu hingga lima meter yang menerjang pesisir pantai Serang, Banten, dan Lampung pada Sabtu (22/12) itu diduga terjadi akibat longsor bawah laut. Hal itu diduga dipicu oleh letusan Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.

Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 430 meninggal dunia, 1.495 korban luka, dan 159 orang masih hilang akibat bencana tersebut.

Selain korban tewas, bencana tsunami Selat Sunda menyebabkan 16 ribu warga mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

BNPB memperkirakan jumlah korban tewas dan luka, serta kerusakaan materiil bisa bertambah.

Tsunami pada akhir pekan lalu pun memicu perhatian dunia. Sebagian media asing arus utama seperti CNN, The Guardian, Reuters, BBC, hingga Al Jazeera turut menjadikan bencana tersebut sebagai berita utama selama beberapa hari terakhir.

Sejumlah kepala negara seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, PM Australia Scott Morrison juga telah mengucapkan duka cita kepada Presiden Joko Widodo terkait bencana tersebut.

Beberapa negara lainnya seperti China, Malaysia, hingga Israel juga telah mengucapkan simpati serupa.

Selain ucapan, sejumlah negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa juga berjanji akan segera menyalurkan bantuan kemanusiaan jika pemerintah Indonesia membutuhkan.

"PBB siap membantu proses evakuasi dan penanggulangan bencana yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia," ucap juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui pernyataan. (rds/ayp)