Korut-Korsel Resmikan Proyek Jalan dan Rel Kereta Bersama

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 16:22 WIB
Korut-Korsel Resmikan Proyek Jalan dan Rel Kereta Bersama Korea Utara dan Korea Selatan menggelar upacara simbolis untuk meresmikan proyek penghubungan jalan dan rel kereta api kedua negara pada Rabu (26/12). (Yonhap via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara dan Korea Selatan menggelar upacara simbolis untuk meresmikan proyek penghubungan jalan dan rel kereta api kedua negara pada Rabu (26/12).

Upacara itu dihadiri oleh hampir 100 pejabat Korsel yang menempuh perjalanan selama dua jam dengan kereta.

Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan bahwa upacara ini sangat bermakna dan menunjukkan bahwa kedua negara mau bekerja sama,
Namun, juru bicara kementerian itu mengatakan bahwa acara ini hanya simbol komitmen kedua negara.


Sementara itu, konstruksi lebih lanjut masih bergantung pada "perkembangan perlucutan senjata nuklir Korut dan hal-hal lain yang menyangkut sanksi."

Saat ini, Korut memang masih menjadi target sanksi internasional karena ambisi rudal dan nuklirnya sehingga sulit bagi negara lain untuk berhubungan secara finansial dengan Pyongyang.
Meski demikian, pejabat tinggi urusan kereta api Korut, Kim Yun Hyok, menekankan bahwa negaranya juga tetap pada pendiriannya yang mendesak Korsel agar bergantung pada AS dalam menentukan sikap.

"Jika [Korsel] selalu memeriksa sikap seseorang terlebih dulu dan selalu ragu, reunifikasi tak akan pernah tercapai," ujar juru Kim dalam upacara tersebut.

Upacara ini digelar di tengah ketidakpastian kesepakatan denuklirisasi antara Korut dan Amerika Serikat.
Komitmen Korut untuk melucuti senjata nuklirnya pertama kali diungkapkan ketika pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, di Singapura pada Juni lalu.

Kendati demikian, keduanya memiliki interpretasi berbeda mengenai definisi dan cara mencapai denuklirisasi tersebut, memicu negosiasi penuh perdebatan.

Trump pun dikabarkan akan kembali melakukan pertemuan dengan Kim untuk mendiskusikan definisi denuklirisasi yang disetujui kedua pihak. (has/has)