Lembaga AS dan Israel Kirim Bantuan Buat Korban Tsunami

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 19:52 WIB
Lembaga AS dan Israel Kirim Bantuan Buat Korban Tsunami Organisasi bantuan kemanusiaan Yahudi di Amerika Serikat dan Israel mulai mengirim bantuan untuk korban bencana tsunami di Banten dan Lampung. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi bantuan kemanusiaan Yahudi di Amerika Serikat dan Israel dikabarkan mulai mengirim bantuan kepada Indonesia, untuk korban bencana tsunami di Provinsi Banten dan Lampung. Perwakilan mereka bahkan sudah berada di sejumlah daerah yang terdampak.

Menurut lembaga Komite Distribusi Perhimpunan Yahudi Amerika (JDC) mereka sudah mengirim bantuan untuk korban tsunami di Kabupaten Lampung. Tepatnya di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda, seperti dilansir Times of Israel, Jumat (28/12).
Bantuan yang mereka berikan adalah tenaga medis, air bersih, dan perangkat bagi korban selamat. JDC juga sempat membantu saat peristiwa tsunami Aceh pada 2004. Mereka juga turun tangan ketika bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Juli, dan gempa serta tsunami yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah pada September 2018.

Lembaga bantuan Israel, IsraAID menyatakan mereka telah menerjunkan relawan ke Indonesia untuk memantau situasi pasca tsunami di Selat Sunda. Meski begitu, Indonesia sempat menolak bantuan dari Israel karena tidak mempunyai hubungan diplomatik.

IsraAID juga pernah mengirim bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu.


Pemerintah Australia melalui Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan juga menyatakan siap membantu korban bencana tsunami Selat Sunda. Lembaga bantuan Oxfam Australia menyatakan mereka sedang berkoordinasi dengan perwakilan di Indonesia untuk proses pengiriman bantuan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban tewas akibat tsunami di Selat Sunda mencapai 426 jiwa. Sedangkan korban luka mencapai 7.202 orang.

Sementara jumlah pengungsi akibat bencana tsunami mencapai 40.386, dan korban hilang 23 orang.

Untuk kerusakan bangunan mencapai 1.296 unit rumah dan 78 penginapan. Terdapat juga 434 perahu kapal rusak, 69 kendaraan roda empat dan 28 kedaraan roda dua yang rusak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan Pandeglang menjadi daerah yang paling terdampak karena memiliki pantai paling panjang yang dihuni hotel, vila, homestay dan rumah penduduk. (ayp/ayp)