Trump Ancam Tutup Seluruh Perbatasan AS-Meksiko

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 03:45 WIB
Trump Ancam Tutup Seluruh Perbatasan AS-Meksiko Presiden AS Donald Trump mengancam menutup seluruh perbatasan AS-Meksiko jika anggaran tembok perbatasan tak disetujui. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk menutup seluruh perbatasan AS-Meksiko jika Kongres tidak menyetujui anggaran untuk membangun tembok perbatasan senilai miliaran dolar.

Dalam serangkaian cuitan Trump pada akun Twitter-nya, ia menyebut alternatif dari tak adanya tembok perbatasan adalah pemisahan total dari Meksiko, termasuk membuat perusahaan mobil AS menarik keluar pabrik mereka.

Ancaman ini sekali lagi menaikkan taruhan dalam pertikaian politik yang telah menyebabkan penutupan sebagian pemerintah AS dan tampaknya akan mendominasi isu politik awal tahun ketiga kepresidenan Trump.


"Kami akan paksa untuk menutup Perbatasan Selatan sepenuhnya jika Demokrat tidak memberi uang untuk menyelesaikan tembok perbatasan dan mengubah undang-undang imigrasi yang konyol," tulis Trump, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/12).



Dengan penutupan perbatasan, Trump mengatakan akan membawa hubungan AS-Meksiko kembali ke hari-hari sebelum perjanjian NAFTA membuka perdagangan bebas di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

"Ini akan membawa industri mobil kami kembali ke Amerika Serikat," katanya.

Trump tidak menyebutkan perjanjian perdagangan bebas baru, yang dikenal sebagai USMCA, yang baru-baru ini ia tandatangani dengan dua negara tetangga untuk menggantikan NAFTA dan yang telah berulang kali dipuji sebagai dorongan besar bagi perdagangan Amerika.

Anggaran US$5 Miliar

Trump menginginkan anggaran US$ 5 miliar guna membangun tembok sepanjang lebih dari 2.000 mil pada perbatasan AS, yang menurutnya saat ini terlalu keropos untuk menghentikan imigrasi ilegal dan menjadi magnet bagi para penjahat, narkoba, dan bahkan teroris.


Lawan politiknya, terutama di partai Demokrat tetapi juga beberapa di partai Republik Trump, mengatakan bahwa dinding fisik tidak praktis dan ide tersebut digunakan sebagai alat politik untuk menyiapkan xenophobia di basis pemilih sayap kanan Trump.

Demokrat menolak untuk menyetujui pendanaan tersebut dan Trump membalas dengan menolak untuk menandatangani rencana anggaran pemerintah secara luas, meninggalkan sekitar 800.000 karyawan federal tanpa bayaran.

Negosiasi tentang pencabutan penutupan pemerintah sebagian itu (government shutdown), dengan menyediakan sejumlah dana keamanan perbatasan, telah terbata-bata dan tidak ada perdebatan baru yang dijadwalkan sebelum Rabu depan.

Invasi Imigran

Amerika Serikat menjadi tujuan banyak imigran asal negara-negara Amerika Serlatan yang mencari suaka. Trump telah secara konsisten menyebut para pencari suaka dan migran ekonomi dalam istilah-istilah yang aneh, menyebut mereka meningkatkan momok pemerkosa, anggota geng, dan orang-orang dengan penyakit menular yang berkeliaran bebas melintasi perbatasan.


Pada bulan November, Trump mengancam akan menutup "seluruh perbatasan" dengan Meksiko jika migrasi penduduk tersebut melewati batas yang dapat dikontrol AS.

Trump dan media yang bersahabat dengan pemerintahannya telah mengaitkan dengan apa yang dikenal sebagai "karavan" atau kelompok beberapa ratus atau bahkan lebih migran yang berjalan dengan trek epik yang melintasi Amerika Tengah dan Meksiko untuk mencoba dan mencapai Amerika Serikat.

Meskipun banyak karavan adalah keluarga dan orang hanya putus asa untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih aman, Trump telah menggambarkan kelompok sebagai upaya terorganisir untuk menyerang Amerika Serikat. (AFP/agi)