Bertemu PM Israel, Presiden Brasil Tak Bicarakan Kedutaan

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Minggu, 30/12/2018 04:02 WIB
Bertemu PM Israel, Presiden Brasil Tak Bicarakan Kedutaan Presiden Brasil Jair Bolsonaro bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu. (Fernando Frazao/Courtesy of Agencia Brasil/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Brasil Jair Bolsonaro bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat (28/12). Netanyahu terbang ke Rio de Janeiro untuk bertemu Bolsonaro, dan menjadi PM Israel pertama yang mengunjungi Brasil.

Dilaporkan Reuters, keduanya makan siang di sebuah bangunan di pantai Copacabana. Di bawah keamanan yang super ketat, bahkan ada penembak jitu yang menjaga, mereka mengunjungi sebuah gereja Yahudi. Setelah itu mereka mengumumkan isi pembicaraannya.

Namun, tidak ada pengumuman soal bagaimana nasib Kedutaan Brasil di Israel. Padahal beberapa pengamat politik meramal pertemuan Bolsonaro dengan Netanyahu akan menjadi momentum pengumuman keputusan pemindahan kedutaan di Israel.



Tak hanya pengamat politik, Amerika Serikat juga menunggu langkah tegas dari Bolsonaro, yang sebenarnya baru terpilih pada Oktober lalu dan resmi menjabat Januari mendatang.

Diketahui Bolsonaro menjadi perbincangan saat mengatakan akan memindahkan Kedutaan Brasil di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Wacana itu sendiri muncul setelah Bolsonaro mendiskusikan Israel dalam pertemuannya dengan penasihat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, John Bolton akhir bulan lalu.

Ia mendapat banyak tekanan dari berbagai sektor atas wacana itu, terutama mereka di bidang agrikultur. Mereka khawatir keputusan Bolsonaro akan menghancurkan hubungan mereka dengan negara-negara Arab. Hasilnya, perdagangan daging halal di sana juga bisa ikut hancur.


Liga Arab sendiri sudah mengatakan pada Bolsonaro bahwa pemindahan kedutaan ke Yerusalem adalah langkah mundur dalam hubungan Brasil-Arab.

Alih-alih bicara soal pemindahan kedutaan, pertemuan Bolsonaro dan Netanyahu kemarin kebanyakan berupa saling puji atas masing-masing negara. Netanyahu menyebut Brasil "negara menjanjikan." Israel bisa membantu di bidang ekonomi, keamanan, agrikultur dan sumber air.

"Kita akan mengawali pemerintahan yang sulit mulai Januari, namun Brasil punya potensi. Agar bisa melewati rintangan, kita butuh rekan yang hebat, teman yang baik, saudara yang jempolan, seperti Benjamin Netanyahu," kata Bolsonaro balik memuji, dikutip Reuters.

Ia juga berjanji akan membalas kunjungan Netanyahu dengan pergi ke Israel Maret 2019.


Sebelumnya, Amerika Serikat sudah secara resmi mengumumkan perpindahan kedutaannya di Israel ke Yerusalem, Mei lalu. Langkah itu mendapat banyak perhatian karena artinya AS mendukung Yerusalem sebagai bagian dari Israel, bukan Palestina. (rsa)