"Indonesia akan menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, melalui keterangan yang diterima CNNIndonesia.com pada Jumat (4/1).
Dugaan tersebut muncul setelah salah satu anggota parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang (KMT), Ko Chih-en, mengungkap hasil investigasinya. Dia menyebut ratusan mahasiswa RI itu terdaftar di Universitas Hsing Wu, distrik Linkou, Taipei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Arrmanatha menyebut Kemlu RI telah mendapat laporan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei terkait pengaduan soal permasalahan yang dihadapi mahasiswa RI peserta program kuliah-magang di Taiwan.
"Menindaklanjuti laporan ini, KDEI Taipei telah meminta keterangan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat guna mendalami implementasi skema kuliah-magang yang berlangsung mulai 2017 tersebut," kata Arrmanatha.
Menurutnya, saat ini ada sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Taiwan. Sebanyak 1.000 mahasiswa itu merupakan peserta program kuliah-magang di delapan universitas.
Arrmanatha mengatakan seribu mahasiswa itu mulai menempuh studi mereka di Taiwan sejak tahun pelajaran 2017-2018. (rds/has)