Sejak Kasus Bos Huawei, 13 Warga Kanada Ditahan di China

CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 16:17 WIB
Sejak Kasus Bos Huawei, 13 Warga Kanada Ditahan di China Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 13 warga Kanada ditahan di China sejak negara pimpinan Perdana Menteri Justin Trudeau itu menangkap bos perusahaan Huawei, Meng Wanzhou, atas permintaan Amerika Serikat pada Desember lalu.

Melalui sebuah laporan yang diterima Reuters pada pekan ini, pemerintah Kanada menjabarkan bahwa dari keseluruhan angka tersebut, delapan di antaranya sudah dibebaskan.

Sebelum pernyataan tersebut disebarkan, hanya tiga penahanan warga Kanada yang diekspos ke publik, yakni mantan diplomat, Michael Kovrig, pengusaha, Michael Spavor, dan seorang guru, Sarah McIver.
McIver telah dibebaskan dan pulang kembali ke Kanada, sedangkan Kovrig dan Spavor masih dalam tahanan hingga kini.


Beberapa pekan lalu beredar kabar bahwa Kovrig tak diberikan akses untuk bertemu dengan pengacaranya.

Kendati demikian, pemerintah Kanada telah beberapa kali mengatakan bahwa pihaknya tidak melihat hubungan eksplisit antara penangkapan Meng dengan serentetan penahanan ini.

Namun, beberapa diplomat negara Barat yang ditugaskan di Beijing dan mantan diplomat Kanada mengaku yakin bahwa penahanan ini merupakan pembalasan dari pihak China terhadap penangkapan putri pendiri Huawei itu.
Secara keseluruhan ada sekitar 200 warga Kanada yang telah ditahan di China atas berbagai dugaan pelanggaran. Angka tersebut, menurut pejabat yang bersangkutan, masih relatif stabil.

Ketegangan antara Kanada dan China mulai memanas sejak penangkapan Meng dan permintaan ekstradisi dari AS. Meng disebut melanggar sanksi AS terhadap Iran lantaran berbisnis dengan salah satu perusahaan yang beroperasi di negara tersebut.

Sempat ditahan, kini Meng telah dibebaskan setelah membayar jaminan sebesar US$7,5 juta (sekitar Rp108.6 miliar). (fey/has)