Trump Rundingkan Lokasi Pertemuan Dengan Kim Jong Un

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 13:47 WIB
Trump Rundingkan Lokasi Pertemuan Dengan Kim Jong Un Ilustrasi Presiden AS, Donald Trumop. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan sedang berunding untuk menentukan waktu dan lokasi pertemuan lanjutan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un pada tahun ini. Meskipun belum menjelaskan kepastian soal pertemuan itu, Trump sempat menyinggung peluang kembali berjumpa dengan Kim seperti pada Juni 2018 lalu.

"Kami masih merundingkan lokasi pertemuan," kata Trump kepada wartawan sebelum menaiki helikopter di Camp David, Maryland, seperti dilansir AFP, Senin (7/1).

Ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai rincian pertemuan, Trump mengatakan kemungkinan akan mengumumkannya dalam waktu dekat.
"Mereka ingin bertemu dan kami ingin bertemu, kita lihat saja apa yang terjadi. Kami memiliki komunikasi yang baik dengan Korut. Secara tidak langsung saya berkomunikasi dengan Kim," kata Trump.


Surat terbaru dari Kim diterima Trump setelah pemimpin Korut itu mengancam akan membatalkan denuklirisasi jika Washington tak turut melonggarkan sanksi yang diberikan, pada pidatonya menyambut pergantian tahun.

Menanggapi pernyataan tersebut, Trump berkeras akan tetap mempertahankan sanksi terhadap Korut sampai AS melihat reaksi dan hasil yang positif.
Pada pertemuan pertama antara kedua kepala negara tersebut, Trump dan Kim sepakat untuk memajukan denuklirisasi semenanjung Korea.

Atas pertemuan itu, Trump mengklaim tanpa dirinya terpilih sebagai presiden, Asia bisa diselimuti peperangan.

"Anda bisa berada di tengah perang besar di Asia dengan Korut jika saya tidak terpilih sebagai presiden," katanya.

Hingga 2017, Korut telah melakukan enam ledakan atom dan meluncurkan roket yang mampu menghabiskan seluruh daratan AS. Namun dalam setahun belakangan ini, Korut belum menguji senjata nuklir mereka. Namun sampai saat ini, persetujuan di antara keduanya masih terhambat.
Belum ada kelanjutan yang pasti mengenai kesepakatan antara kedua negara terhadap denuklirisasi. (fey/ayp)