AS Sebut Berhasil Tewaskan Dalang Bom USS Cole di Yaman

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 16:28 WIB
AS Sebut Berhasil Tewaskan Dalang Bom USS Cole di Yaman Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Sestovic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat mengatakan berhasil membunuh seorang militan Yaman, Jamal al-Badawi yang diyakini sebagai salah satu dalang pemboman kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Cole pada 2000 silam. Buronan AS yang merupakan jaringan Al Qaeda yang didakwa pada 2003 itu disebut tewas dalam serangan pada 1 Januari lalu.

"Pasukan As telah mengonfirmasi hal tersebut," kata Juru Bicara Komando Pusat AS, Kapten Bill Urban, seperti dilansir Reuters, Senin (7/1).

Urban menyatakan Badawi pernah dua kali kabur dari penjara di Yaman, yakni pada 2003 dan 2006.


Menanggapi kejadian itu, Presiden AS Donald Trump merayakannya melalui cuitan di akun Twitter.
"Militer hebat kami telah memberikan keadilan bagi para pahlawan yang hilang dan terluka dalam serangan pengecut di USS Cole," cuit Trump.

Pembunuhan ini menjadi salah satu serangan terhadap Al Qaeda Yaman, dikenal sebagai Al Qaeda di Semananjung Arab (AQAP), yang telah kehilangan pemimpinnya dalam serangan AS beberapa tahun terakhir.

Meski begitu, perwakilan lembaga strategi American Enterprise Institute, Katherine Zimmerman memperingatkan AQAP masih menjadi ancaman. Kelompok ini justru diuntungkan dari perang saudara Yaman, meskipun telah kehilangan benteng utamanya, termasuk kota pelabuhan Mukallah.

"Jelas ada degradasi kepemimpinan. Namun kekhawatiran besar adalah bahwa Al Qaeda selalu membuktikan bahwa mereka masih menjadi ancaman, selagi belum ada strategi yang jelas untuk menstabilkan Yaman," kata Zimmerman.

Serangan terhadap USS Cole pada 12 Oktober 2000 menjadi pukulan dahsyat bagi Angkatan Laut AS. Saat itu dua orang pria yang menabrakkan perahu mereka yang berisi bom, ketika kapal perang itu sedang mengisi bahan bakar di Aden. Aksi tersebut menewaskan 17 pelaut dan melukai puluhan korban lainnya.
Ketika dalang dari aksi teror tersebut masih menjadi buronan, pemerintah AS menetapkan hadiah sebesar US$5 juta (sekitar Rp70,3 miliar) untuk informasi yang dapat membantu pihak berwajib menangkap Badawi.

[Gambas:Video CNN] (fey/ayp)