Belasan Perwakilan Diplomatik di Australia Dapat Paket Gelap

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 14:31 WIB
Belasan Perwakilan Diplomatik di Australia Dapat Paket Gelap Ilustrasi aparat keamanan. (REUTERS/Joe Skipper)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 14 kantor kedutaan besar dan konsulat negara sahabat di Canberra dan Melbourne, Australia menerima kiriman paket mencurigakan. Aparat Negeri Kanguru saat ini sedang menyelidiki isi dan pengirim paket itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/1), hingga saat ini Kepolisian Federal Australia belum merinci perwakilan negara mana saja yang mendapat kiriman paket mencurigakan.

Sejumlah media massa setempat melaporkan paket gelap itu ditemukan di perwakilan Amerika Serikat, India, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Kroasia, Mesir, Pakistan, Selandia Baru, Seychelles, Spanyol, Swiss, dan Yunani.
Konsulat Swiss untuk Australia di Melbourne menyatakan paket mencurigakan tersebut dikirim sekitar pukul 13.30 waktu setempat.


Juru bicara Komisi Tinggi Inggris juga mengkonfirmasi penemuan paket sejenis di gedung konsulatnya, dan sedang berkordinasi dengan Kepolisian Federal Australia serta otoritas setempat terkait kejadian tersebut.

Juru bicara Konsulat Amerika Serikat di Melbourne menyatakan setelah menerima kiriman tersebut, petugas mereka segara melakukan standar operasional prosedur keamanan, dan segera menghubungi aparat setempat.

Kepolisian Federal Australia (AFP) menyatakan polisi dan petugas layanan darurat telah menerima laporan sejumlah paket mencurigakan di beberapa kedutaan dan konsulat di Canberra dan Melbourne. Namun, mereka tidak memberikan informasi rinci mengenai lokasi ataupun isi dari paket tersebut.

Kepolisian Australia menyatakan paket-paket tersebut sedang diperiksa, dan kejadian ini masih dalam proses penyelidikan.
Melbourne merupakan kota terbesar kedua di Australia dan merupakan banyak perwakilan diplomatik untuk Australia membuka kantor di sana.

Reporter dari Seven News yang berafiliasi dengan CNN juga melaporkan petugas pemadam kebakaran dan polisi federal berada di depan sejumlah kedutaan.

[Gambas:Video CNN] (syf/ayp)