Iran Akui Tahan Veteran AL AS Sejak Pertengahan 2018

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 19:36 WIB
Iran Akui Tahan Veteran AL AS Sejak Pertengahan 2018 Ilustrasi penjara. (Istockphoto/menonsstocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran membenarkan laporan telah menahan veteran Angkatan Laut Amerika Serikat, Michael White asal California sejak pertengahan 2018. Hanya saja alasan penahanan White masih belum jelas.

"Seorang warga Amerika yang dipanggil Michael White ditahan beberapa waktu lalu di Mashhad, dan pemerintah AS telah diberitahu terkait hal ini sejak hari pertama yang bersangkutan ditangkap melalui kantor urusan AS di Teheran," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi melalui saluran Telegramnya, Kamis (10/1).

White yang berusia 46 tahun berasal dari Imperial Beach, California. Kepada surat kabar The New York Times, ibunda White mengatakan putranya ditahan sejak Juli 2018 lalu, ketika mengunjungi Mashhad untuk menemui kekasihnya.
White saat itu tak pelesiran seorang diri. Dia mengunjungi Mashhad bersama tiga warga AS lainnya yang juga ikut ditahan aparat setempat. Dua orang di antaranya merupakan keturunan Iran.


Ghasemi membantah laporan White telah diperlakukan dengan buruk selama penahanan. Dia mengatakan laporan media AS kalau White tidak diperlakukan dengan baik tidak benar.

"Kasus orang ini sedang ditangani pihak berwenang dan pada akhir proses mereka akan mengeluarkan informasi mengenai perkembangan yang diperlukan," kata Ghasemi.

Dikutip AFP, Kementerian Luar Negeri AS mengaku telah mendapat laporan terkait penahanan White meski menolak menjelaskan lebih detail terkait insiden itu.
AS tak memiliki hubungan resmi dengan Iran sejak peristiwa revolusi yang menggulingkan kekuasaan Syah Reza Pahlevi pada 1980. Selama ini, segala urusan mengenai Amerika diwakili oleh Kedutaan Besar Swiss di Teheran.

Hubungan kedua negara kian memburuk setelah tahun lalu Presiden Donald Trump memutuskan mengeluarkan AS dari perjanjian nuklir dengan Iran yang disepakati pada 2015 lalu.
Trump bahkan kembali menerapkan serangkaian sanksi kepada Iran yang telah dicabut sebelumnya, menyusul kesepakatan nuklir tersebut. (rds/ayp)