Jadi Intel Iran, Eks Menteri Israel Terancam Dibui 11 Tahun

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 18:53 WIB
Jadi Intel Iran, Eks Menteri Israel Terancam Dibui 11 Tahun Ilustrasi pengadilan. (Pixabay/Succo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mantan menteri Israel, Gonen Segev terancam dipenjara selama 11 tahun penjara karena aksi spionase. Dia mengaku menjadi mata-mata untuk Iran.

Kementerian Hukum Israel menyatakan Segev mengaku bersalah karena melakukan spionase dan memberikan informasi kepada Iran yang dianggap musuh negara. Sidang vonisnya akan digelar pada 11 Februari mendatang, seperti dikutip AFP, pada Rabu (9/1).

Mantan menteri energi dan infrastruktur yang menjabat dari 1995 sampai 1996 itu diekstradisi dari Guinea Khatulistiwa ke Israel, dan ditangkap pada Mei 2018 atas dugaan membantu musuh dalam masa perang dan memata-matai negara.
Segev dicurigai memberikan informasi kepada Iran terkait industri energi, berbagai fasilitas pertahanan, bangunan dan para pejabat di lembaga politik dan keamanan Israel.


Menurut laporan berita dari Channel 10, Segev ditahan di sel isolasi Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet) selama sembilan hari, dan tidak diizinkan untuk menghubungi kuasa hukumnya selama masa penahanan.

Persidangan Segev sudah dimulai sejak Juli 2018, tetapi dilakukan secara tertutup. Hanya sebagian materi persidangan yang diungkap ke masyarakat.

Segev sempat mengabdi pada pemerintahan Perdana Menteri Yitzhak Rabin dari Partai Buruh, setelah membelot dan mendukung perjanjian damai Oslo II dengan Palestina.
Segev juga terlibat kasus narkoba. Dia pernah dipenjara karena menyelundupkan 30 ribu pil ekstasi dari Belanda ke Israel menggunakan paspor diplomatik dengan tanggal kedaluwarsa palsu, pada 2004 silam.

Di tahun berikutnya, ia mengakui tuduhan tersebut sebagai bagian perjanjian dengan jaksa.

Segev juga pernah dihukum atas tuduhan percobaan penipuan kartu kredit. (fey/ayp)