AS Mulai Kemas-kemas Perlengkapan Militer di Suriah

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 10:38 WIB
AS Mulai Kemas-kemas Perlengkapan Militer di Suriah Ilustrasi pasukan AS di Suriah. (DELIL SOULEIMAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Amerika Serikat di Suriah sebagian mulai kemas-kemas peralatan, setelah Presiden Donald Trump memutuskan menarik seluruh pasukan dari medan perang pada Desember 2018. Hal ini menjadi tanda lobi-lobi kepada Trump untuk mengurungkan keputusannya mundur dari Suriah tidak berhasil.

"Saya mengkonfirmasi memang ada pemindahan peralatan dari Suriah. Karena alasan keamanan, saya tidak bisa memberikan informasi yang lebih rinci," kata sumber di Angkatan Bersenjata AS, seperti dilansir CNN, Jumat (11/1).

Sumber itu juga tidak menjelaskan dari daerah mana saja peralatan militer itu diangkut dari Suriah. Meski demikian belum ada tanda-tanda penarikan pasukan dari negara itu.
Meski demikian, Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton menyatakan akan tetap memastikan keamanan seluruh pasukan. Dia juga ingin memberi jaminan kepada Trump kalau kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) harus dipastikan benar-benar sudah tumbang.


"Kami akan mendiskusikan soal penarikan pasukan dengan presiden dari sebelah timur laut Suriah. Kami harus memastikan ISIS sudah kalah dan tidak menjadi ancaman," kata Bolton di sela-sela pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump memutuskan menarik 2000 pasukan dari Suriah pada 19 Desember 2018. Namun, tidak semua pihak sepakat. Bahkan, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis memilih mundur sehari selepas Trump memutuskan hal itu.

Sekutu AS, Inggris dan Prancis yang juga mengirim pasukan khusus mereka ke Suriah untuk memerangi ISIS juga sangat terkejut. Kedua negara itu mengaku tidak dimintai pendapat terlebih dulu.
Pasukan Prancis dan Inggris di Suriah selama ini bergantung dengan pasokan logistik AS. Bahkan etnis Kurdi di Suriah dan dekat perbatasan Turki yang menjadi sekutu AS sangat kecewa dengan keputusan Trump.

Trump disebut sudah memberitahu Komandan AS di Suriah, Letjen. Paul J. LaCamera, dia sengaja memberikan tenggat waktu hingga empat bulan guna memastikan proses pemulangan pasukan tidak terburu-buru.

Penarikan secara bertahap itu dilakukan buat melindungi pasukan AS yang masih berada di wilayah rawan konflik di Suriah. Senator dari Partai Republik, Lindsey Graham mengklaim Trump sempat bakal mengevaluasi kembali ide menarik pasukan dari Suriah.
Graham menyatakan para petinggi pasukan AS di Irak menyampaikan kepada Trump dalam kunjungan mendadak beberapa waktu lalu, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) belum sepenuhnya ditaklukkan. Meski begitu, Trump tetap pada pendiriannya. (ayp/ayp)