Kanada Kirim Pizza Untuk Petugas ATC AS yang Belum Digaji

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 17:39 WIB
Kanada Kirim Pizza Untuk Petugas ATC AS yang Belum Digaji Ilustrasi pizza. (picjumbo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski sebagian pemerintahan Amerika Serikat tutup (shutdown) sejak 22 Desember 2018 masih berlanjut sampai hari ini, tetapi pemandu lalu lintas udara (air traffic controller/ATC) tetap harus bekerja, meski belum menerima gaji. Sebagai sebagai bentuk solidaritas dan sedikit meringankan beban, petugas ATC di Kanada lantas mengirim ratusan pizza untuk sejawat mereka di AS.

Presiden Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Kanada (CATCA), Peter Duffey menyatakan mereka sempat mencoba mencari berbagai cara untuk membantu pemandu lalu lintas udara AS yang tidak menerima gaji pada Jumat pekan lalu. Alhasil, salah satu pusat pos ATC di Edmonton, Alberta, mendapatkan ide untuk mengirim pizza untuk para pemandu penerbangan di Anchorage, Alaska.

Lokasi kerja pemandu penerbangan AS dan Kanada di Alaska dan Alberta terhitung sangat dekat, sehingga mereka kerap berinteraksi.


Unit-unit lainnya di sepanjang perbatasan lantas mengikutinya. Namun, hal itu kini meluas.

Unit ATC di Fort McMurray, Alberta, yang memilih membelikan pizza untuk sejawat mereka di El Paso, Texas. Meski terpisah jarak cukup jauh, mereka melakukan itu karena memiliki kesamaan yakni kota yang hidup dari eksplorasi minyak bumi.

Sejak Kamis, lebih dari 350 pizza telah dikirim ke 49 unit ATC Badan Penerbangan Federal AS (FAA). Duffey juga mengatakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Selain itu, kata Duffey, tanggapan dari para pemandu penerbangan di AS juga sangat mengharukan. Misalnya, tambah Duffey, ketika pilot sudah masuk ke kawasan udara Kanada, mereka menyapa rekan-rekan mereka melalui radio dengan mengirimkan pesan terima kasih.

"Dalam hitungan yang besar, mengirimkan beberapa pizza kepada orang-orang yang tidak digaji adalah sebuah gerakan yang kecil," ujar Duffey, seperti dilansir CNN, Senin (14/1).
"Namun, pesan yang terkirim adalah gerakan yang besar," imbuhnya.

Di awal penutupan pemerintahan, FAA merilis pernyataan dalam akun Twitternya mereka tetap melanjutkan layanan memandu lalau lintas udara.

"Pemandu lalu lintas udara beroperasi secara penuh dan tidak akan mempengaruhi keselamatan atau kelalalian terhadap para pengguna," cuit mereka melalui akun Twitter.

Pada Jumat lalu, Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara Nasional menggugat pemerintah AS ke Pengadilan Distrik Columbia, atas dugaan perampasan upah anggota.
Sementara itu, menurut dokumen gugatan tersebut, pembayaran gaji atas waktu kerja yang dilakukan sejak penutupan pemerintah sedang dilakukan. (ani/ayp)