FOTO: Horor Ledakan Pipa Bahan Bakar di Meksiko

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 13:05 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga yang tengah mengambil bahan bakar di sebuah pipa bocor di Meksiko, berhamburan saat pipa itu meledak dan membawa horor bagi malam mereka.

Ratusan warga di Tlahuelilpan, negara bagian Hidalgo, Meksiko berhamburan saat pipa bahan bakar milik perusahaan minyak Petroleos Mexicanos terbakar, Jumat (18/1) malam. (REUTERS/Henry Romero)
Awalnya mereka ‘berpesta,’ membawa kontainer untuk mengambil bahan bakar dari pipa yang bocor. Meksiko memang sedang kesulitan bahan bakar belakangan ini. (National Defence Secretary/Handout via REUTERS)
Namun saat ledakan terjadi, orang-orang itu langsung berhamburan dan berteriak-teriak minta tolong. Api membakar pakaian dan menjalar ke tubuh mereka. (REUTERS/Henry Romero)
Peristiwa ledakan pipa itu pun menewaskan setidaknya 73 orang, sementara sekitar 74 lainnya luka-luka. Dari mereka yang meninggal, 54 orang terluka bakar sangat parah. (REUTERS/Henry Romero)
Pagi harinya, petugas forensik pun menyusuri lokasi dan memasukkan jenazah-jenazah yang terbakar ke kantung mayat. Luka bakar membuat beberapa jenazah sulit diidentifikasi. (REUTERS/Henry Romero)
Sabtu (19/1) sore waktu setempat, ratusan orang berkumpul dan berharap mendapat informasi dari pejabat setempat tentang keluarganya yang masih hilang dalam kejadian itu. (REUTERS/Henry Romero)
Korban luka dari kejadian itu termasuk anak di bawah umur, yang diajak orang tuanya mengambil bahan bakar untuk kendaraan mereka. (REUTERS/Henry Romero)
Presiden Meksiko Lopez Obrador sebenarnya sudah memerintahkan untuk menutup pipa bahan bakar pada akhir Desember, demi mengatasi pencurian bahan bakar dan menghentikan kebocoran keran ilegal yang menyedot miliaran dolar dari Petroleos Mexicanos (Pemex). (REUTERS/Henry Romero)
Kebijakan itu membuat warga kekurangan bahan bakar dan separuh pom bensin tutup. (REUTERS/Henry Romero)
Usai ledakan Jumat malam, Obrador berjanji memperketat keamanan soal infrastruktur minyak, terutama pipa pecah yang berlokasi tak jauh dari kilang minyak besar. (REUTERS/Henry Romero)