Korban Tewas Ledakan Pipa BBM di Meksiko Bertambah

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 15:18 WIB
Korban Tewas Ledakan Pipa BBM di Meksiko Bertambah Ilustrasi korban meninggal dalam ledakan pipa BBM di Meksiko. (REUTERS/Henry Romero)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban tewas dalam insiden ledakan pipa penyalur bahan bakar minyak di Meksiko pada pekan lalu naik menjadi 85 orang. Aparat setempat masih memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab yang menyebabkan insiden maut itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1), Menteri Kesehatan Meksiko, Jorge Alcocer membenarkan jumlah korban tewas dalam insiden itu kini mencapai 85 orang. Dia menaytakan 58 orang lainnya kini dirawat di rumah sakit.

Alcocer menyatakan ada kemungkinan jumlah korban tewas bertambah. Sejumlah korban luka yang mengalami luka bakar dibawa ke Mexico City untuk mendapat perawatan lebih baik.
Insiden maut itu terjadi pada Sabtu pekan lalu. Saat itu, pipa penyalur BBM di kota Tlahuelilpan, negara bagian Hidalgo bocor. Ratusan warga yang mengetahui hal itu buru-buru datang ke lokasi dan berebut untuk mengambil BBM yang bocor itu. Namun, mendadak bahan bakar itu meledak.


Sejumlah korban tewas sudah dimakamkan oleh kerabat mereka. Tim forensik kesulitan mengenali sejumlah korban tewas karena kondisi mereka mengenaskan. Tim penyelamat di lapangan juga terus mencari sisa-sisa bagian tubuh korban meninggal.

Diduga pipa BBM itu sengaja dirusak oleh pencuri. Sejumlah warga juga tergiur untuk mengambil BBM itu dengan wadah apapun yang mereka punya.
Lokasi kejadian itu saat ini sudah dijaga ketat aparat kepolisian dan tentara. Presiden Manuel Lopez Obrador menyampaikan turut berbela sungkawa terhadap para korban insiden itu.

"Saya turut berduka terhadap seluruh korban di Tlahuelilpan," tulis Obrador melalui akun Twitter.

Obrador menyatakan dia sedang memerangi sindikat pencuri BBM di Meksiko, yang diklaim merugikan negara miliaran peso. Hal itu juga membuat kelangkaan pasokan BBM di negara itu.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)