Putra Amari, Abdullah, mengonfirmasi kematian ayahnya dan mengatakan bahwa upacara pemakaman akan diadakan pada Senin (21/1).
Kabar kematian ini datang di tengah sorotan dunia atas rekam jejak hak asasi manusia di Saudi, terutama setelah pembunuhan jurnalis pengkritik, Jamal Khashoggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dan sejumlah tokoh lainnya diyakini memiliki pengaruh keagamaan pada Safar al-Hawali, yang ditahan pada Juli lalu karena menerbitkan buku berisi kritik atas keluarga kerajaan Saudi.
Negara kerajaan itu sendiri mengaku tak memiliki tahanan politik dan membantah ada penyiksaan terhadap tahanan. Namun, sejumlah pejabat mengakui bahwa pemantauan aktivis memang diperlukan untuk memastikan stabilitas sosial. (has)