Protes Isu Khashoggi, Warga Saudi Serukan Boikot Produk Turki

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 11:58 WIB
Protes Isu Khashoggi, Warga Saudi Serukan Boikot Produk Turki Ilustrasi. (Reuters/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Arab Saudi menyerukan pemboikotan produk Turki sebagai protes atas posisi Ankara dalam menangani kasus pembunuhan Jamal Khashoggi yang dianggap menekan Riyadh.

Sejumlah aktivis Saudi meluncurkan kampanye di media sosial berisikan penentangan terhadap kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam menangani kasus Khashoggi.

Menggunakan tanda pagar #Saudi-menolak-produk-Turki dalam bahasa Inggris di media sosial, para aktivis gerakan tersebut mengajak warga Saudi berhenti menggunakan produk impor dari Turki.
Para aktivis itu meminta warga mulai menggunakan produk lokal atau produk lain yang berasal dari negara "yang lebih bersahabat."


Mereka mengatakan kampanye ini bertujuan untuk "menghukum Presiden Turki" yang dianggap menerapkan kebijakan negatif terhadap Saudi.



Al Arabiya melaporkan seorang warganet Saudi mengatakan bahwa Erdogan membenci dirinya sendiri. Netizen Saudi lainnya menuturkan Turki sibuk mengurus urusan internal kerajaan, sementara Saudi membangun masa depan mereka.

"Produk Turki harus diboikot," ucap salah seorang netizen yang mengatakan bahwa Ankara berkonspirasi melawan Saudi.

Sementara itu, tak sedikit warganet Saudi lainya yang mengunggah gambar merek produk-produk Turki dan menggunakan tagar tersebut.

Salah satu pengguna Twitter asal Saudi bahkan menganggap bahwa menggunakan produk Turki sama dengan mendukung terorisme.

Sebagian netizen Saudi pun mendesak pemerintah untuk menyetop bantuan kepada Turki yang selama beberapa bulan terakhir mengalami gejolak ekonomi.



Khashoggi merupakan wartawan pengkritik Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), yang tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Hingga kini, pembunuhan itu masih menjadi teka-teki bagi Turki, di mana kepolisian hingga kini belum memastikan keberadaan jasad Khashoggi yang disebut dimusnahkan menggunakan cairan asam oleh tim pembunuh.

Ankara menuding pembunuhan Khashoggi didalangi oleh pejabat tinggi Saudi. Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) bahkan menyimpulkan bahwa MbS lah yang memerintahkan pembunuhan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulatnya. Namun, kerajaan menegaskan bahwa Saudi tak terlibat dalam konspirasi pembunuhan itu.

Riyadh menyebut pembunuhan itu dilakukan oleh sejumlah pejabat di luar kewenangan mereka. Hingga kini, Saudi telah menahan 21 terduga pelaku pembunuhan Khashoggi. (rds/has)