Venezuela Tuding AS Coba Sulut Penggulingan Maduro

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 07:27 WIB
Venezuela Tuding AS Coba Sulut Penggulingan Maduro Wapres Venezuela, Delcy Rodriguez, menuding Amerika Serikat mencoba menyulut kudeta di negaranya untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. (Reuters/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menuding Amerika Serikat mencoba menyulut kudeta di negaranya untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Melalui pernyataan yang disiarkan di stasiun televisi nasional pada Selasa (22/1), Rodriguez mengatakan bahwa AS "menyerukan kudeta secara terbuka."

"Pergi lah Yankee! Kami tak akan membiarkan mereka mengintervensi urusan dalam negeri," ujar Rodriguez sebagaimana dikutip AFP.
Pernyataan ini dilontarkan setelah Wapres AS, Mike Pence, menyatakan dukungan kepada oposisi yang bakal menggelar demonstrasi besar-besaran di Venezuela pada Rabu (23/1).


"Ketika rakyat baik Venezuela menyerukan suaranya besok, mewakili rakyat Amerika, kami mengatakan, 'Estamos con ustedes. Kami bersama kalian,'" kata Pence melalui akun Twitter resminya.



Peningkatan ketegangan di Venezuela bermula ketika 27 tentara Venezuela menyatakan akan membelot dari pemerintahan Maduro dan meminta masyarakat mendukung mereka dengan mengadakan demonstrasi.

Tak lama setelah pesan itu disebarkan melalui media sosial, puluhan tentara itu ditahan, tapi warga sudah memadati ruas-ruas jalan ibu kota untuk berdemonstrasi.

Para demonstran membanting pot-pot di sekitar pos polisi dan memblokir jalanan dengan membakar sampah sebagai bentuk dukungan terhadap pemberontakan.

"Kami ingin Maduro pergi. Kami muak," ucap seorang pria yang ikut berdemonstrasi.
Angkatan bersenjata pun menembakkan gas air mata guna membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar pos komando.

Gelombang penolakan terhadap Maduro ini semakin besar sejak 10 Januari lalu, ketika mantan sopir bus itu mengucap sumpah sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Maduro memenangkan pemilu kontroversial pada Mei lalu yang diboikot oposisi dan dianggap tidak sah oleh Uni Eropa.
Pada 2016, Maduro kehilangan kendali atas Dewan Nasional yang memungkinkan opisisi untuk menentang pemerintahannya. Namun pada 2017, Mahkamah Agung Venezuela menghapuskan hukum tersebut.

Ketidakpercayaan rakyat terhadap Maduro memuncak karena sang presiden tak dapat membawa Venezuela dari kemiskinan, bahkan membuat perekonomian kian terpuruk. (has/has)