ANALISIS

Mencari Pintu Keluar Jalan Buntu Penutupan Pemerintahan AS

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 15:44 WIB
Mencari Pintu Keluar Jalan Buntu Penutupan Pemerintahan AS Mencari Pintu Keluar Jalan Buntu Penutupan Pemerintahan AS. (AFP Photo/Guillermo Arias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kisruh penutupan pemerintahan Amerika Serikat diprediksi kuat akan berujung di jalan buntu ketika Senat menggelar dua pemungutan suara pada Kamis (24/1).

Kebuntuan ini sebenarnya berhulu pada ketidaksepakatan Kongres akan rancangan anggaran sehingga pemerintahan harus ditutup.

Salah satu akar masalah dari ketidaksepakatan ini adalah desakan Presiden Donald Trump untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko demi membendung arus imigran ilegal.
Partai Republik mengajukan rancangan aturan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan ini dengan menerima tawaran Trump yang berjanji bakal melindungi sejumlah imigran dengan timbal balik pemberian dana US$5,7 miliar untuk pembangunan tembok Meksiko.


Tawaran ini diprediksi kuat bakal ditolak oleh senator dari Partai Demokrat yang juga mengajukan rancangan aturan bahwa pemerintahan harus dibuka terlebih dulu, baru Senat dapat membicarakan soal biaya pembangunan tembok.

Menjelang pemungutan suara Senat esok, CNN melansir enam kemungkinan jalan keluar dari kebuntuan penutupan pemerintahan AS ini.

Republik membelot

Pertama, jalan keluar mungkin akan terbuka jika ada senator Republik yang "membelot" dari partainya. Analis CNN, Chris Cilliza, menganggap hal ini dapat terjadi karena sudah ada sejumlah senator Partai Republik yang moderat menunjukkan gelagat tak sepakat.

Senator dari Alaska, Lisa Murkowski, misalnya, selama ini sudah mengeluhkan kegagalan Kongres mengakhiri penutupan pemerintahan. Namun, ia tak pernah benar-benar menyalahkan Demokrat seperti rekan separtainya.
Mencari Pintu Keluar Jalan Buntu Penutupan Pemerintahan ASSenator dari Alaska, Lisa Murkowski, selama ini sudah mengeluhkan kegagalan Kongres mengakhiri penutupan pemerintahan. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP)
Meski Murkowski membelot, pengaruhnya tidak akan signifikan karena Republik masih memegang suara mayoritas Senat.

Namun, masih ada celah lain bagi Demokrat, yaitu jika sejumlah kader Partai Republik mengatakan kepada Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, bahwa penutupan pemerintahan ini dapat berpengaruh buruk pada pemilu 2020 nanti.

"McConnell adalah makhluk politik dan mungkin akan bereaksi jika ada anggota yang terancam pada 2020, seperti (senator dari) Colorado, Cory Gardner, datang kepadanya dan mengatakan bahwa penutupan pemerintahan dapat merusak prospek mereka terpilih kembali. Namun, hal itu belum terjadi," tulis Cilliza.

Antrean mengular di bandara

Kemungkinan jalan keluar lainnya dapat terbuka jika antrean di sejumlah bandara di berbagai penjuru AS kian panjang karena banyak pegawai landasan tak masuk selama pemerintahan tutup.
Mencari Pintu Keluar Jalan Buntu Penutupan Pemerintahan ASPegawai bandara berunjuk rasa karena tak dapat upah selama penutupan pemerintahan AS. (Reuters/Brian Snyder)
Hingga saat ini, antrean mengular sudah terlihat di sejumlah bandara kecil, seperti di Miami dan Baltimore. Sejumlah terminal di bandar udara itu bahkan dilaporkan sudah ditutup karena kekurangan petugas.

"Jika antrean di kota penghubung besar seperti Atlanta dan Chicago juga memanjang atau jika ada masalah di bandara-bandara seperti Washington Reagan atau LaGuardia dan JFK di New York - di mana banyak politikus dan media bepergian - itu dapat mengubah situasi," tulis Cilliza.

Gangguan Keamanan

Ketika keadaan di sejumlah fasilitas transportasi publik kacau, kemungkinan kejahatan terjadi semakin tinggi, apalagi jika staf keamanan yang terkena dampak penutupan pemerintahan tak bertugas.

Menurut Cilliza, keadaan itu dapat memicu dua kemungkinan, yaitu pembukaan kembali pemerintahan atau situasi politik AS semakin terpolarisasi dan membawa dampak bahaya nyata bagi dunia.

Deklarasi darurat nasional

Saat situasi keamanan nasional di perbatasan semakin mengkhawatirkan, Trump dapat mendeklarasikan situasi darurat nasional sehingga pemerintahan terpaksa dibuka dalam hitungan hari.

"Trump akan mengambil dana US$5 miliar untuk membangun tembok dari anggaran militer yang sudah dialokasikan oleh Kongres, meruntuhkan penghalang yang hingga kini masih menghambat pembukaan pemerintahan," tulis Cilliza.
Walau sudah mengancam bakal memberlakukan situasi darurat nasional, Trump tak juga mewujudkan perkataannya, membuat sejumlah pengamat ragu langkah ini dapat mengakhiri penutupan pemerintahan.

Kader muda Demokrat panik

Selain itu, masih ada jalan keluar lain, yaitu jika para kader muda Partai Demokrat panik. Cilliza mencatat kini ada 23 politikus muda yang baru menduduki kursi-kursi di Dewan Perwakilan.

Menurut Cilliza, jika penutupan pemerintahan terus berlanjut, para kader muda ini kemungkinan besar akan khawatir popularitas mereka merosot dan menutup kemungkinan terpilih lagi dalam pemilu selanjutnya.

"Meski jajak pendapat nasional menunjukkan mayoritas rakyat menentang pembangunan tembok dan menyalahkan Trump dan Republik atas penutupan pemerintahan ini, kisah tersebut tak begitu jelas di sejumlah kalangan di beberapa distrik yang mulai menunjukkan kemauan untuk memilih Trump lagi," kata Cilliza.

[Gambas:Video CNN]

Trump menyerah

Kemungkinan ini dianggap paling tidak mungkin, apalagi Trump sudah dua kali mengalah tak mendapatkan biaya untuk tembok agar pemerintahan dapat tetap berjalan. Namun, Trump dikenal sebagai sosok yang tak bisa ditebak.

"Kita membicarakan Trump, pria yang sepanjang hidupnya sangat sangat tidak bisa ditebak. Bisa saja Trump melihat jajak pendapat yang menyebutnya 'kalah' dalam masalah penutupan pemerintahan ini, dan dia benci kekalahan," kata Cilliza.

Melanjutkan analisisnya, Cilliza menulis, "Pertanyaannya adalah harus seberapa turun popularitasnya hingga Trump memutuskan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan?" (has/has)