Malaysia Pilih Raja Baru usai Sultan Muhammad V Mundur

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 11:03 WIB
Malaysia Pilih Raja Baru usai Sultan Muhammad V Mundur Kerajaan Malaysia akan menunjuk raja baru, Kamis (24/1), setelah Sultan Muhammad V memutuskan turun takhta pada awal Januari lalu sebelum periodenya berakhir. (AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerajaan Malaysia akan menunjuk raja baru hari ini, Kamis (24/1), setelah Sultan Muhammad V dari Kelantan memutuskan turun takhta pada awal Januari lalu sebelum periodenya berakhir.

AFP melaporkan bahwa para petinggi negara akan menggelar pertemuan Konferensi Para Penguasa di Istana Nasional Kuala Lumpur untuk memulai proses pemilihan raja yang akan menjabat selama lima tahun.

Malaysia merupakan negara monarki konstitusional yang memiliki peraturan unik, di mana jabatan raja akan berganti setiap lima tahun sekali secara bergiliran sesuai dengan urutan negara bagian.
Pemungutan suara harus dilakukan dalam kurun waktu empat minggu sejak kekosongan kekuasaan terjadi. Pelantikan raja baru dikabarkan akan berlangsung pada 31 Januari mendatang dengan diiringi upacara mewah.


Berdasarkan sistem rotasi, sultan Pahang merupakan penerus takhta kerajaan setelah sultan Kelantan. Sultan Abdullah dari negara bagian Pahang pun diperkirakan akan menjadi penerus Muhammad V.

Dia merupakan atlet yang juga memegang jabatan pada beberapa badan olahraga, termasuk sebuah dewan di bawah organisasi sepakbola dunia FIFA.

Abdullah dinobatkan sebagai sultan negara bagian Pahang menggantikan sang ayah yang sakit. Dia naik takhta menjadi sultan Pahang hanya beberapa hari setelah Sultan Muhammad V mengundurkan diri.

[Gambas:Video CNN]

Selain aktif di FIFA, Sultan Abdullah juga merupakan presiden Asosiasi Olahraga Hoki Asia dan juga mantan Kepala Asosiasi Sepak Bola Malaysia.

Setelah lulus sekolah menengah atas di Malaysia, Sultan Abdullah melanjutkan studinya di akademi militer Sandhurst, Inggris. 

Sultan Abdullah bisa menolak ditunjuk sebagai Raja Malaysia. Jika hal itu terjadi, jabatan raja akan jatuh ke tangan Sultan Johor.

Selama ini, Raja Malaysia memiliki peran seremonial dalam konstitusi Negeri Jiran. Selain bertindak sebagai pemelihara nilai Islam di negara mayoritas Muslim tersebut, persetujuan Raja Malaysia juga diperlukan dalam penunjukan perdana menteri dan berbagai pejabat senior. (rds/has)