Bakal Sidang Perdana, Najib Razak Masih Minta Ditunda

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 16:25 WIB
Bakal Sidang Perdana, Najib Razak Masih Minta Ditunda Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, bakal menjalani sidang perdana dalam kasus skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) pada Selasa (12/2). Dia masih melakukan upaya terakhir untuk melobi aparat penegak hukum supaya proses peradilannya ditunda.

Seperti dilansir AFP, Senin (11/2), kuasa hukum Najib sudah melayangkan surat meminta pengadilan kliennya ditunda. Dia berharap proses pemindahan berkas perkara Najib dari beberapa pengadilan tidak dilaksanakan. Namun, pengadilan akan memutuskan apakah akan mengabulkan atau menolak surat permintaan Najib itu.

Sidang skandal korupsi 1MDB menjadi salah satu dari sekian proses peradilan yang bakal dijalani Najib. Sebab, dia terjerat beberapa dugaan korupsi dan pencucian uang.



Bagaimanapun, proses pengadilan ini adalah momen yang ditunggu banyak warga Malaysia. Di sisi lain, jika menolak permintaan Najib untuk menunda sidang, maka hal ini bisa sedikit mengangkat beban pemerintah Malaysia yang dipimpin PM Mahathir Muhammad. Sebab, mereka dianggap lamban dalam mengusut dugaan korupsi 1MDB.

Persidangan ini juga bisa menjadi langkah untuk menjegal manuver politik Najib. Sebab dalam beberapa waktu belakangan, Najib kerap muncul di layar kaca dan Internet melontarkan kritik terhadap pemerintahan Mahathir.

Dia bahkan mengemas sebuah kritik menyasar kalangan milenial, melalui video klip bersama sejumlah muda-mudi yang diunggah di Youtube. Dia juga menggunakan media sosial dan melakukan kampanye pencitraan dengan seolah-olah memposisikan diri sebagai idola masyarakat.

Menurut hasil sementara penyelidikan, Najib beserta keluarga dan orang-orang dekatnya diduga terlibat dalam melakukan korupsi dana kesejahteraan 1MDB sebesar jutaan dolar. Padahal dana itu dihimpun dari masyarakat dan seharusnya dipergunakan untuk pembangunan.


Dari hasil penyelidikan yang melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum di beberapa negara, aliran dana korupsi 1MDB mengalir ke banyak pihak dengan cara transfer yang berbelit-belit untuk mengaburkan penerima dan asal-usulnya. Duit itu dipakai untuk membeli barang-barang dan properti mewah.

Karena skandal ini, Najib beserta Partai Organisasi Melayu Bersatu (UMNO) dan koalisi Barisan Nasional kalah dalam pemilihan umum, dari kelompok oposisi Pakatan Harapan. Setelah lengser dari tampuk kekuasaan, Najib berkali-kali ditahan dan diinterogasi, dan kemudian disangka terlibat 42 perkara korupsi yang terkait 1MDB. Namun, dia selalu membantahnya.

Dalam sidang perdana nanti, Najib akan didakwa dengan tujuh kasus korupsi terkait SRC International, salah satu bagian dari lembaga 1MDB. Dia disebut memperkaya diri sebesar US$10,3 juta. (ayp/ayp)