Kardinal Gereja Akui Arsip soal Pastor Paedofil Dihancurkan

CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 19:30 WIB
Kardinal Gereja Akui Arsip soal Pastor Paedofil Dihancurkan Ilustrasi. (CNN Indonesia/Ervina Anggraini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang kardinal di Jerman, Reinhard Marx, mengakui bahwa arsip gereja tentang pastor yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak dihancurkan, bahkan tidak pernah disusun.

"Arsip yang mendokumentasikan tindakan mengerikan itu dan menyebutkan orang-orang yang bertanggung jawab telah dihancurkan, atau bahkan tidak dibuat," kata Marx dalam pidatonya di pertemuan puncak Vatikan, dikutip dari AFP, Sabtu (23/2). 
Marx mengatakan para korban biasanya dipaksa untuk bungkam atas kejadian yang menimpanya. Skandal pastor paedofil itu pun meningkat menjadi krisis di banyak negara. Baru-baru ini, kasus kasus imam pedofil terjadi di Chile, Jerman, dan Amerika Serikat. 

Marx mengungkapkan pandangannya itu pada pertemuan para petinggi uskup dunia. Ini merupakan pertemuan pertama yang disebut oleh Paus Fransiskus sebagai upaya mengatasi krisis dalam Gereja Katolik selama beberapa dekade.


"Ini semua adalah peristiwa yang sangat bertentangan dengan ajaran yang seharusnya diperjuangkan gereja," kata Marx.
Sebelumnya, Paus Fransiskus mengatakan kepada para uskup bahwa ia menginginkan langkah-langkah konkret dalam menindaklanjuti kasus pelecehan seks anak-anak. Namun, beberapa kelompok di Roma menuduh Vatikan hanya bisa membuat pernyataan tanpa banyak tindakan.

Kasus pelecehan seksual para pastor terhadap anak binaannya yang sudah terjadi selama puluhan tahun ini pertama kali diungkap secara publik melalui laporan Boston Globe pada 2002. 

Saat itu, Keuskupan Boston dilaporkan memindahkan para pendeta pelaku pelecehan ke berbagai tempat untuk melindungi mereka dan menutupi kasus itu. Sejak saat itu, ratusan korban dan skandal terungkap di AS dan berbagai negara, penyelidikan global juga dimulai. 

[Gambas:Video CNN]

Konferensi Uskup Katolik AS memperkirakan Keuskupan Amerika telah merogoh kocek hampir US$4 miliar sejak tahun 1950 untuk menyelesaikan kasus pelecehan dengan para korban.

Laporan Boston Globe yang memenangkan Penghargaan Pulitzer itu menginspirasi film peraih Academy Awards, "Spotlight." (ulf/has)