Dewan Perwakilan AS Tolak Darurat Nasional Melalui Voting

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 08:54 WIB
Dewan Perwakilan AS Tolak Darurat Nasional Melalui Voting Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat, Nancy Pelossi. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Amerika Serikat memutuskan menolak deklarasi darurat nasional yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Bahkan, sebagian anggota fraksi Partai Republik di dewan juga ikut mendukung keputusan itu.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (27/2), Dewan Perwakilan menggelar pemungutan suara untuk menolak status darurat nasional. Hasilnya, 245 anggota dewan, termasuk 13 orang fraksi Republik, mendukung menolak status itu. Sedangkan yang mendukung Trump 182 anggota legislatif.

Hasil voting itu akan disahkan dalam resolusi yang akan dibawa ke Senat. Kemungkinan besar empat senator Partai Republik akan mendukung resolusi itu.


Trump saat ini sedang berkunjung ke Vietnam untuk menghadiri pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Namun, dia sebelumnya sudah mengancam akan melakukan veto jika Kongres menolak status darurat nasional yang dia berlakukan.
Untuk menghindari veto Trump, Kongres harus menghimpun sekitar dua pertiga suara mayoritas.

Saat ini Senat yang didominasi Partai Republik tinggal menimbang apakah bakal tetap mendukung Trump atau tetap mempertahankan mengendalikan anggaran.

Partai Demokrat saat ini menguasai Dewan Perwakilan. Para pendukung resolusi ini menganggap situasi di sepanjang perbatasan dengan Meksiko sama sekali tidak mendesak sehingga harus ada tembok perbatasan demi membendung imigran ilegal.
Salah satu anggota dewan dari Partai Demokrat, Steny Hoyer, mengaku sudah berkunjung ke perbatasan AS-Meksiko sebanyak dua kali dalam beberapa minggu terakhir.

"Yang saya simpulkan adalah tidak ada krisis di perbatasan. Masalahnya adalah krisis kepatuhan di konstitusi kita," kata Hoyer.

Trump mendeklarasikan situasi darurat nasional di sepanjang perbatasan dengan Meksiko ini pada pekan lalu, setelah ia kecewa melihat draf kesepakatan anggaran antara dua kubu di Kongres untuk membiayai tembok perbatasan ini.

Draf itu hanya menyediakan US$1,375 miliar untuk tembok perbatasan, jauh dari jumlah yang diminta Trump, yakni US$5,7 miliar atau setara dengan Rp80,5 triliun.
Dengan deklarasi darurat nasional, pemerintah dapat memanfaatkan anggaran militer dan dana negara lainnya untuk membangun tembok pembatas di sepanjang perbatasan dengan Meksiko yang situasinya dianggap sudah mendesak. (ayp/ayp)