Kelompok Bersenjata Serang Klub di Meksiko, 15 Tewas

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 14:35 WIB
Kelompok Bersenjata Serang Klub di Meksiko, 15 Tewas Ilustrasi penyerangan bersenjata. (Istockphoto/thawornnurak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok bersenjata menyerang sebuah klub di Meksiko tengah pada Sabtu (9/3) dini hari waktu setempat. Pihak berwenang mengatakan setidaknya 15 orang tewas dan tiga orang luka-luka dalam kejadian tersebut.

Serangan tersebut terjadi di kota Salamanca di Guanajuato, bersamaan dengan pemerintah setempat merilis operasi melawan geng kriminal yang terlibat dalam pencurian bahan bakar.

Pihak kepolisian setempat mengatakan sekelompok bersenjata datang ke klub La Playa yang berkolasi di tengah-tengah pemukiman dan sentra bisnis kota itu dan kabur dengan mobil.


Penyelidikan juga sudah dibuka untuk mengusut kasus tersebut. Saksi mata mengatakan kepada pihak berwenang bahwa kelompok penyerang tersebut menggunakan masker.

Di sisi lain, para korban belum berhasil diidentifikasi.


Serangan tersebut dilakukan beberapa jam setelah Presiden Andres Manuel Lopez Obrador membuat kunjungan kerja ke Guanajuato, Jumat (8/3), dan menyatakan strateginya menghentikan pencurian bahan bakar.

Pada Sabtu (9/3), Lopez Obrador mengatakan dirinya ikut berduka cita atas "meninggalnya belasan nyawa tak bersalah".

"Kita berjuang membawa kedamaian untuk negeri ini," kata Lopez Obrador.

Kasus pencurian bahan bakar atau minyak di Salamanca tercatat telah merugikan hingga US$3 miliar, menurut data statistik dari pemerintah.


Kawasan Salamanca yang berpenduduk 140 ribu orang merupakan lintasan pipa utama milik perusahaan minyak punya pemerintah Meksiko, Petroleos Mexicanos (Pemex).

Pencurian minyak merupakan industri gelap yang besar di Meksiko dan tumbuh subur dengan bantuan pejabat yang korup dan orang dalam perusahaan. Minyak yang dicuri tersebut dijual ke pasar gelap dengan setengah harga.

Pemerintah Meksiko telah berusaha melawan pencurian minyak tersebut, salah satunya dengan menutup pipa yang menjadi jalur distribusi utama. Akan tetapi kebijakan tersebut menimbulkan protes lantaran membuat krisis bahan bakar.

Pipa pun kembali dibuka dengan pengamanan dari petugas. (end)