Pria Palestina Lempar Molotov ke Pos Polisi Israel di Al-Aqsa

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 09:35 WIB
Pria Palestina Lempar Molotov ke Pos Polisi Israel di Al-Aqsa Ilustrasi. (AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok warga Palestina dilaporkan melempar bom molotov ke sebuah pos polisi Israel yang terletak di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Selasa (12/3).

Kepolisian Israel menyatakan insiden itu menyebabkan pos keamanan rusak. Perkelahian antara aparat Israel warga Palestina juga tak terhindarkan.

Polisi Israel telah menangkap dua tersangka dalam bentrokan itu. Otoritas melaporkan tak ada kerusakan serius yang terjadi pada kompleks suci tersebut.


Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri.
"Saya terus memantau peristiwa-peristiwa yang terjadi di kompleks suci itu dengan keprihatinan. Tempat ibadah untuk beribadah, bukan untuk menyulut provokasi atau kekerasan," katanya seperti dikutip Reuters, Rabu (13/3).

"Semua pihak harus bisa menahan diri untuk menghindari memperkeruh keadaan yang sudah tegang."

Ketegangan di kompleks Masjid Al Aqsa, tempat suci bagi umat Islam dan Yahudi, terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Permasalahan bermula ketika pengelola Masjid Al Aqsa membuka kembali sebuah area ibadah yang dikenal sebagai Gerbang Emas.
Area itu disegel oleh Israel sejak 2003 lalu. Akses ke Golden Gate ditutup oleh pengadilan Israel pada 2003 lalu ketika intifada kedua meletus. Tel Aviv menduga aktivitas militan banyak terjadi di sana.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk apa yang ia sebut sebagai "eskalasi yang disulut oleh Israel" di kompleks Al Aqsa itu. 

Sementara itu, di tempat terpisah di hari yang sama, militer Israel melaporkan seorang warga Palestina menyerang sekelompok tentaranya dengan pisau di Kota Hebron.

Menurut militer Israel, warga Palestina itu langsung ditembak dan dibunuh di lokasi kejadian, sementara tidak ada tentara yang terluka dalam insiden itu.
Penembakan kedua terhadap warga Palestina juga terjadi di Tepi Barat. Seorang warga Palestina berusia 23 tahun ditembak mati dalam bentrokan dengan personel Israel di Kota Salfit.

Kementerian Kesehatan Palestina dan sejumlah warga melaporkan bentrokan pecah ketika pasukan Israel memasuki kota itu.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan para tentaranya terpaksa menggunakan kekerasan, termasuk gas air mata, untuk menghadapi puluhan warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

[Gambas:Video CNN]

Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, dia mengaku tak tahu bahwa personel militer Israel juga mengarahkan tembakan langsung kepada kerumunan warga Palestina. 

Gelombang penyerangan yang dilakukan warga Palestina terhadap warga Israel terus merebak sejak 2015 lalu. Serangan "lone wolf" kerap terjadi secara sporadis, terutama di wilayah perbatasan Israel-Palestina.

Awal Maret lalu, tiga warga Palestina menabrak sejumlah personel militer Israel di Tepi Barat menggunakan mobil yang mereka tumpangi. (rds/has)