Presiden Kazakhstan Mundur setelah 30 Tahun Berkuasa

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 17:05 WIB
Presiden Kazakhstan Mundur setelah 30 Tahun Berkuasa Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev secara mengejutkan memutuskan mengundurkan diri pada Rabu (20/3) setelah tiga dekade berkuasa. (Reuters/Mukhtar Kholdorbekov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev secara mengejutkan memutuskan mengundurkan diri pada Rabu (20/3) setelah tiga dekade berkuasa.

"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden," ucap pria 78 tahun itu dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional.

Dikenal dengan nama panggilan "Papa", Nazarbayev telah menjabat sebagai pemimpin Kazakhstan sejak 1989 lalu, ketika negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet.


Sebelum menjadi presiden, Nazarbayev pernah bekerja sebagai buruh baja dan menjadi anggota partai komunis Apparatchik.
Anggota parlemen Kazakhstan memberi gelar Nazarbayev sebagai "Pemimpin Bangsa". Ia merupakan pemimpin era Uni Soviet terakhir yang masih berkuasa hingga saat ini.

Meski dari generasi tua, Nazarbayev tetap dianggap sebagai pemimpin populer di negaranya yang memiliki penduduk sebanyak 18 juta orang.

Dikutip Reuters, meski telah mundur sebagai presiden, Nazarbayev mengatakan akan tetap memegang sejumlah peran di dewan keamanan nasional dan partai.

"Sebagai pendiri negara Kazakhstan yang merdeka, saya melihat tugas saya saat ini adalah memfasilitasi kebangkitan generasi baru yang akan memimpin keberlanjutan reformasi di negara ini," katanya.
Keputusan pengunduran diri Nazarbayev diumumkan setahun sebelum periodenya berakhir pada Maret 2020 mendatang.

Dia menuturkan Ketua Majelis Tinggi Parlemen Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, akan menggantikan dia sampai periodenya berakhir tahun depan.

Dilansir AFP, pengunduran diri dilakukan Nazarbayev menyusul peningkatan rasa ketidakpuasan masyarakat terhadap kepemimpinannya dalam beberapa waktu terakhir.

Ekonomi negara yang belum bisa sepenuhnya pulih dari fenomena penurunan harga minyak pada 2014 juga disebut sebagai salah satu faktor pendorong Nazarbayev mundur. Minyak memang salah satu sumber pendapatan utama negara di Asia Tengah itu.

[Gambas:Video CNN] (rds/has)