Semua Jasad Korban Teror Masjid Selandia Baru Teridentifikasi

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 12:25 WIB
Semua Jasad Korban Teror Masjid Selandia Baru Teridentifikasi Kepolisian Selandia Baru mengumumkan bahwa 50 jasad korban teror penembakan di dua masjid di Christchurch sudah teridentifikasi pada Kamis (21/3). (Reuters/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Selandia Baru mengumumkan bahwa 50 jasad korban teror penembakan di dua masjid di Christchurch sudah teridentifikasi pada Kamis (21/3).

"Saya dapat mengatakan bahwa beberapa menit lalu, proses identifikasi untuk semua 50 korban sudah rampung dan semua tahap selanjutnya sudah disampaikan," ujar komisioner kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, seperti dikutip AFP.

Melanjutkan pernyataannya, Bush berkata, "Ini adalah sebuah pencapaian dalam proses ini."


Proses identifikasi korban ini memang menjadi sorotan tersendiri karena dalam tradisi Islam, seseorang yang meninggal dunia seharusnya dikebumikan dalam kurun waktu 24 jam.
Teror penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Kota Christchurch sendiri terjadi pada Jumat pekan lalu.

Namun hingga Rabu (20/3), baru enam jasad yang berhasil diidentifikasi, membuat sejumlah keluarga korban frustrasi karena tak dapat memakamkan kerabatnya tepat waktu.

Salah satu korban tewas dalam aksi penembakan di dua masjid itu adalah warga negara Indonesia atas nama Lilik Abdul Hamid. Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa WNI tersebut sudah dimakamkan.

"Sudah dimakamkan di Selandia Baru karena sesuai permintaan keluarga kan yang sudah tinggal di sana," ujar juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Rabu (20/3).
Melalui unggahan di Facebook, salah satu kerabat Lilik, Muhammad Qorib Fai Umsu, mengatakan bahwa almarhum telah dimakamkan di Christchurch pada 17 Maret lalu.

"Hari ini, Almarhum Kanda Lilik Abdul Hamid dimakamkan di Christchurch. Banyak kenangan indah dan cerita cerdas bersama beliau (Lilik) dan Ibu Nina (istri Lilik)," kata Qorib.

Dua WNI lain juga terluka dalam insiden teror itu, yakni Zulfirmansyah dan anak laki-lakinya yang saat kejadian berlangsung tengah melakukan salat Jumat di Masjid Linwood.

[Gambas:Video CNN]

Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters, berjanji akan memberikan dukungan kepada keluarga korban, termasuk keluarga Lilik dan Zulfirmansyah.

"Terkait kejadian baru-baru ini, kami ingin menyampaikan langsung duka cita kepada Indonesia terutama keluarga pak Lilik dan dua WNI lainnya yang terluka akibat insiden dan masih berada di rumah sakit saat ini," ucap Peters usai bertemu Wapres RI, Jusuf Kalla, di sela High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation di Jakarta. (has/has)