Tel Aviv Diserang Roket, Netanyahu Persingkat Lawatan di AS

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 16:23 WIB
Tel Aviv Diserang Roket, Netanyahu Persingkat Lawatan di AS PM Israel, Benjamin Netanyahu, mempersingkat lawatannya di AS menyusul laporan serangan roket di ibu kota negaranya, Tel Aviv, yang melukai enam orang. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mempersingkat lawatannya di Amerika Serikat menyusul laporan serangan roket di ibu kota negaranya, Tel Aviv, yang melukai enam orang.

Netanyahu mengatakan dirinya akan segera pulang ke Israel setelah bertemu Presiden Donald Trump di Washington.

"Saya memutuskan untuk mempersingkat lawatan saya di AS terkait insiden keamanan. Saya akan bertemu Presiden (Trump) dalam beberapa jam ke depan dan setelah itu saya akan kembali ke Israel untuk memantau operasi keamanan secara dekat," ucap Netanyahu melalui sebuah video yang dirilis kantornya, Senin (25/3).


Sebuah roket dari Jalur Gaza dilaporkan menerjang utara Tel Aviv, Israel, pada Minggu (24/3) hingga melukai tujuh orang dan memicu sirene darurat berbunyi di tengah ibu kota tersebut.
Kepolisian melaporkan bahwa roket yang diduga berasal dari Jalur Gaza itu jatuh di Mishmeret, sebuah kota pertanian di utara Tel Aviv, pada Minggu dini hari. Kota itu terletak sekitar 20 kilometer dari utara Tel Aviv dan 80 kilometer lebih dari Jalur Gaza.

Polisi mengatakan sebuah rumah terbakar akibat terkena roket tersebut. Pihak rumah sakit yang menangani korban menyebutkan tujuh warga Israel luka ringan akibat api dan pecahan peluru.

Ketujuh korban luka itu terdiri dari empat orang dewasa dan tiga anak-anak yang salah satunya berusia enam bulan.

Roket itu jatuh beberapa menit setelah angkatan udara Israel menyerang basis Hamas di Gaza. Akibat serangan itu, Israel langsung menutup perbatasan dengan Gaza.
Israel juga dikabarkan menutup sejumlah wilayah di perairan Mediterania yang memungkinkan nelayan Palestina keluar dari wilayah tersebut.

Netanyahu menuturkan akan merespons serangan roket itu "dengan pasukan."

"Telah ada sebuah serangan kriminal ke wilayah Israel dan kami akan merespons itu dengan pasukan," ucapnya seperti dikutip AFP.

Hingga kini, belum ada tanggapan dari Hamas maupun kelompok lainnya di Gaza. Hamas merupakan salah satu faksi besar Palestina yang telah tiga kali berperang dengan Israel sejak 2008 lalu. (rds/has)