Partai Oposisi Militer Thailand Unggul Dalam Pemilu

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 20:28 WIB
Partai Oposisi Militer Thailand Unggul Dalam Pemilu Ilustrasi pemilihan umum Thailand 2019. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Pheu Thai dinyatakan berhasil merebut 138 kursi di Dewan Perwakilan Thailand, dalam pemilihan umum yang digelar hari ini. Sedangkan pesaingnya yang pro militer, Partai Palang Pracharat, meraih 96 kursi.

Seperti dilansir Reuters, Senin (25/3), Komisi Pemilihan Umum Thailand belum selesai melakukan penghitungan suara. Utamanya untuk 150 kursi yang diperebutkan di majelis rendah.
KPU Thailand menyatakan raihan kursi di majelis rendah baru diumumkan pada 9 Mei mendatang.

Calon perdana menteri dari Partai Pheu Thai, Sudarat Keyuraphan, menyatakan mereka saat ini sedang mendekati partai lain untuk membentuk koalisi.


"Pembentukan pemerintahan ini harus menjawab keinginan rakyat dan membawa negara ke arah demokratis," kata Sudarat.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Partai Pheu Thai, Phumtham Wechayachai, menyatakan pilihan ini memperlihatkan warga Thailand ingin kembali ke era demokrasi dan harus dihormati.

"Mulai hari ini, kami memulai perundingan dengan partai lain," kata Phumtham.
Partai Palang Pracharat yang pro militer menyatakan juga akan membentuk koalisi. Mereka yakin akan menang dalam pemilihan umum 2019.

"Palang Pracharat akan berbicara dengan partai yang satu pemikiran dan dan ideologi yang sama untuk menggerakkan negara ke arah yang lebih baik," kata juru bicara Partai Palang Pracharat, Kobsak Pootrakool.

Dengan hasil permulaan ini, kemungkinan besar partai Pheu Thai bisa menguasai parlemen dan membentuk pemerintahan dengan koalisi. Salah satu partai yang kemungkinan besar bakal digandeng adalah Partai Kemajuan Masa Depan (FWP) yang dipimpin oleh pengusaha Thanathorn Juangroongruangkit.

Sedangkan partai yang menjadi incaran kedua belah pihak adalah Bhumjaithai. Perolehan suara partai dengan agenda legalisasi ganja dan berbagi kendaraan itu dianggap sangat penting untuk menentukan kemenangan masing-masing pihak.
Sedangkan perolehan suara Partai Demokrat Thailand pada pemilu kali ini jeblok. Alhasil, Ketua Partai Demokrat Thailand sekaligus mantan perdana menteri, Abhisit Vejjajiva, memilih mengundurkan diri.

Partai Pheu Thai merupakan pendukung kakak beradik sekaligus mantan perdana menteri, Thaksin Shinawatra dan Yingluck Shinawatra. Mereka masih mempunyai basis pendukung yang kuat terutama di daerah pedesaan. (ayp/ayp)